Archive Pages Design$type=blogging

Tebuireng, dari Pesantren Untuk Dunia

Pemerintah Aceh melalui Badan Pembinaan Pendidikan Dayah Aceh, tahun 2014 ini telah mencanangkan program pembinaan guru dayah melalui kegi...

Pemerintah Aceh melalui Badan Pembinaan Pendidikan Dayah Aceh, tahun 2014 ini telah mencanangkan program pembinaan guru dayah melalui kegiatan magang guru Dayah. Dalam program ini, sebanyak 50 orang guru dayah Aceh dikirim ke Pulau Jawa yang akan ditempatkan pada beberapa pondok Pesantren, 10 diantaranya ditempatkan di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang Jawa Timur, sementara sisanya tersebar di beberapa pondok pesantren yang lain seperti Lirboyo, Sidogiri, Langitan, dan Situbondo.

Kegiatan mangang ini memfokuskan pada sistem tata kelola pesantren termasuk mengenai pengembangan ekonomi pesantren, dimana di Pesantren Tebuireng ini ada sekitar 2000 lebih santri dan berbagai unit pendidikan formal dan non formal yang terdiri dari; SD, MTs dan MA Salafiyah Syafieyah, SMP dan SMA Wahid Hasyim, SMA Trensains, Madrasah Mualimin yang fokus pada pendidikan murni pesntren, serta Ma’had Aly sebagai kelanjutannya. Banyak hal yang menarik untuk dicermati di Pesantren Tebuireng ini, terutama menganai cara mendidiknya yang sudah terbukti melahirkan berbagai tokoh Nasional. Keterbukaan pesantren Tebuireng dengan hal-hal yang baru sangat patut diapresiasikan, karena biarpun menerima hal baru namun tetap mempertahankan tradisi warisan salaf yang merupakan ciri khasnya pesantren.

Tebuireng awalnya adalah sebuah dusun yang dikenal sebagai sarang perjudian, perampokan, pencurian, pelacuran dan berbagai perilaku menyimpang lainnya. Ibarat sebuah kulit bangkai yang bernajis begitulah gambaran dari Tebuireng. Namun sejak kedatangan Hadratus Syaikh Kyai Hasyim Asy'ari pada tahun 1899 M bagaikan penyuci yang menyamak kulit bangkai yang bernajis tadi, sehingga seiring berjalannya waktu perilaku negatif berangsur-angsur memudar. Dakwah beliau tidak diterima begitu saja, tantangan demi tantangan dari penduduk setempat datang silih berganti, dan tidak jarang nyawa menjadi taruhannya.

Dengan perjuangan gigih tak kenal lelah dan menyerah, akhirnya berhasil membasmi kemaksiatan yang begitu kental disana. Roda waktu terus bergulir demikian juga dengan pesantren Tebuireng yang terus tumbuh dengan pesat serta diterima baik oleh masyarakat. Sejarah juga mencatat bagaimana peran penting Pesantren Tebuireng dalam mengusir penjajah Belanda dan Jepang, bahkan pernah muncul fatwa dari Kyai Hasyim Asy'ari mengenai haramnya memakai dasi bagi umat islam karena dianggap menyamai penjajah kuffar. Fatwa ini tak lain adalah untuk membangun pola pikir bagi masyarakat tentang betapa pentingnya untuk bersikap anti terhadap penjajah.

Melihat lebih jauh ke belakang, peranan Dayah di Aceh juga tidak jauh berbeda seperti yang dilakukan oleh Kyai Hasyim Asy'ari. Dari catatan sejarah kita lihat betapa heroiknya perlawanan bangsa Aceh melawan penjajah sampai muncul istilah "Aceh Pungoe", karena semua pejuang tidak ada yang takut mati sehingga para penjajah ini menjadi gentar dan Aceh pun tak pernah berhasil ditundukkan.

Tebuireng dan NU
Pada tahun 1926, K.H Hasjim Asy'ari menjadi salah satu pemrakarsa berdirinya Nadhlatul Ulama ( NU ), yang berarti kebangkitan ulama. Cikal bakal NU berasal dari Komite Hijaz yang dibentuk sebagai respon atas sikap sewenang-wenang Ibnu Saud, Raja Najed yang beraliran Wahabi.  Berdalihkan untuk memurnikan agama dari musyrik dan bid’ah, berbagai tempat bersejarah, baik rumah Nabi Muhammad dan sahabat termasuk makam Nabi hendak dibongkar. Dalam kondisi seperti itu umat Islam Indonesia yang berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah merasa sangat perihatin kemudian mengirimkan utusan menemui Raja Ibnu Saud. Utusan inilah yang kemudian disebut dengan Komite Hijaz. Dan sekarang pun juga sedang dihebohkan kembali dengan isu pembongkaran makam Rasulullah saw. Terlepas dari benar atau tidak isu tersebut, yang jelas keinginan untuk membongkar makam nabi sudah pernah terjadi di masa lampau.

Sejak awal berdirinya sampai sekarang, Pesantren Tebuireng terus berkontribusi demi kemajuan bangsa. Pembenahan juga banyak dilakukan demi mengikuti perkembangan yang ada. Hingga pada tahun 1929 M, Tebuireng melakukan pembaharuan dengan memasukkan pelajaran umum ke dalam struktur kurikulum pesantren. Gebrakan yang demikian belum pernah ditempuh oleh pesantren lain pada masa itu, awalnya hal tersebut mendapat penolakan dari para ulama dikawasan tersebut karena pelajaran umum dianggap sebagai made-in kafir sehingga perlu dijauhi. Namun, inovasi tersebut sangat bermanfaat ketika Indonesia baru merasakan kemerdekaan. Hal ini terbukti ketika alumni Tebuireng menjadi konseptor dasar negara. Kita sebut saja KH. Wahid Hasyim, beliau adalah salah satu putra bangsa yang turut mengukir sejarah negeri ini pada masa awal kemerdekaan Republik Indonesia. Rumusan "Ketuhanan Yang Maha Esa" dalam Pancasila sebagai pengganti dari "Kewajiban Menjalankan Syariat Islam bagi Pemeluknya" tidak terlepas dari peran seorang KH. Wahid Hasyim.

SMA Trensains, Pesantren Berbasis Sains
Pesantren Tebuireng bisa disebut sebagai sebuah pesantren yang masih mempertahankan tradisi salafnya namun terbuka dengan perkembang zaman. Baru-baru ini Tebuireng membuka SMA Trensains (Pesantren Sains) yang diresmikan oleh Menteri Agama pada tanggal 23 Agustus 2014 yang lalu, kebetulan para Peserta Magang Guru Dayah juga mendapat undangan khusus dalam acara tersebut. Berbeda dengan pesantren modern biasa yang hanya menggabungkan materi pesantren dengan materi umum, sementara SMA Trensains mengambil kekhususan pada pemahaman quran dan hadist, sains kealaman dan interaksinya. Disana mengkaji rahasia-rahasia yang terkandung dalam ayat-ayat kauniyah yang ada di dalam quran yang jumlahnya tidak kurang dari 800 ayat.

Informasi al-Quran mengenai alam semesta dapat dibedakan menjadi tiga kelompok besar. Pertama adalah informasi secara langsung secara tekstual yang tidak memerlukan penafsiran lebih lanjut. Contoh pola ini adalah informasi tentang keistimewaan cairan dari perut lebah (Qs. 16:69). Kedua, informasi secara implisit dan memerlukan penafsiran mendalam atas redaksi yang digunakan oleh ayat seperti rahasia semut (Qs 27:18). Ketiga, informasi secara simbolik yakni oleh bentuk atau susunan huruf seperti dalam kasus orbit benda langit (Qs. 36:40)

Ditengah gencarnya perkembangan teknologi yang terkadang semakin memisahkan diri dengan Agama, SMA Trensains bisa menjadi jembatan yang menghilangkan dikotomi antara ilmu umum dan agama. Jika dilihat dari skala dunia, model pendidikan yang ditawarkan oleh SMA Trensains bisa menjadi perangkat baru dalam dunia pendidikan. Sehingga melalui SMA Trensains diharapkan bakal lahir generasi sains berbasis quran dan hadist.

Penutup
Dari berbagai fakta dan data sejarah, pesantren telah memberi kontribusi besar terhadap bangsa dan Negara tercinta ini. Pesantren merupakan pendidikan tertua yang ada di Indonesia yang kiprahnya tidak diragukan lagi, di bawah bimbingan para ulama, generasi berkualitas digembleng sedemikian rupa supaya siap menghadapi tantangan dunia. Di tengah kemerosotan Kualitas Pendidikan di Indonesia, para pembesar-pembesar negeri ini sudah saatnya kembali merujuk kepada pesantren yang jelas sudah terbukti kapasitas dan kualitasnya.

*) Penulis kebetulan salah satu Peserta Magang Guru Dayah Aceh yang ditugaskan di Ponpes Tebuireng, Jombang-Jawa Timur
Name

akhlaq Aqidah biografi Dayah Download Dunia Muslim Fiqih Haji hijab Ibadah Islam jamaah Jinayah Jumat khutbah Masjid menulis mesjid Motivasi Muamalah Nikah PELAJAR Perpustakaan Puasa quote quran qurban Ramadhan safari santri sejarah Shalat Syar'i Tafsir Tarawih Tasawwuf Tauhid Thaharah tokoh Ulama Video Warisan zakat
false
ltr
item
Catatan Fiqih: Tebuireng, dari Pesantren Untuk Dunia
Tebuireng, dari Pesantren Untuk Dunia
Catatan Fiqih
http://www.catatanfiqih.com/2014/10/tebuireng-dari-pesantren-untuk-dunia.html
http://www.catatanfiqih.com/
http://www.catatanfiqih.com/
http://www.catatanfiqih.com/2014/10/tebuireng-dari-pesantren-untuk-dunia.html
true
7393550621511658776
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All BACA JUGA LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago