Archive Pages Design$type=blogging

Pengantin Baru, Jaga Jarak Selama Ramadhan!

Oleh: Saiful Hadi Alhamdulillah tahun ini telah bersua kembali dengan ramadhan. Dan tentunya momen ramadhan tidak boleh dilewatkan begitu sa...

Oleh: Saiful Hadi

Alhamdulillah tahun ini telah bersua kembali dengan ramadhan. Dan tentunya momen ramadhan tidak boleh dilewatkan begitu saja, karena ada begitu banyak kelebihan yang ada dalam bulan tersebut.

Ramadhan menjadi semakin berkesan terutama bagi jomblo yang telah melepaskan status kelajangannya. Jika dulunya puasa sendiri, sekarang sudah ada yang menemani, baik saat sahur maupun berbuka. Bisa dipastikan, setiap harinya pengantin baru ini akan berbuka bersama yang "manis" :D.

Terkhusus bagi pengantin baru, sebelum memasuki ramadhan mungkin sering bermesra-bermanja bersama pasangan baik siang maupun malam. Namun selama ramadhan berlangsung, terutama saat sedang menjalani ibadah puasa maka kegiatan tersebut harus sedikit di-rem, guna menghindari terjadinya hal-hal yang terlarang.

Selama menjalani ibadah puasa, tidak dibenarkan melakukan hubungan suami istri, hukumnya sama haram seperti makan dan minum. Dalam Tafsir Al-Munir dijelaskan bahwa: ciuman, rabaan dan sejenisnya tidak membatalkan puasa. Akan tetapi hal tersebut dalam pandangan mazhab Maliki dan  Syafie, makhruh hukumnya bagi orang yang tidak sanggup mengendalikan hawa nafsunya.

Lebih lanjut lagi, menurut Abu Hanifah dan murid-murid beliau, ats-Thauri, Hasan al-Basri dan Syafie, jika seorang mencium istri dan keluar maninya, ia harus mengqadha puasanya tanpa dibebankan membayar kafarat. Seandainya yang keluar hanya madzi maka tidak menanggung apa-apa, dalam artian tidak membatalkan puasa, hanya perlu dibasuh saja sebab hukumnya sama seperti kencing.

Jadi, yang penting untuk diperhatikan, jangan melakukan hubungan suami istri selama sedang menjalani puasa. Sebab, selain membatalkan puasa, juga dikenakan kafarat berupa puasa dua bulan berturut bagi si suami, sementara istri tidak dibebankan kafarat namun hanya qadha saja. Hal ini karena suami batal puasa dengan sebab jimak, sementara istri batal puasa dengan sebab masuk sesuatu dalam rongga.

Lantas apakah selama ramadhan tidak ada peluang sedikit pun untuk melakukan jimak? Yang perlu diingat, terlarang hanya pada saat berpuasa saja, sementara di malam harinya sama sekali tidak terlarang. Sebagaimana dhahir ayat QS. Al-Baqarah: 187 yang artinya: "Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu".

Wallahu a'lam.

COMMENTS

Name

akhlaq Aqidah biografi Dayah Download Dunia Muslim Fiqih Haji hijab Ibadah Islam jamaah Jinayah Jumat khutbah Masjid menulis mesjid Motivasi Muamalah Nikah PELAJAR Perpustakaan Puasa quote quran qurban Ramadhan safari santri sejarah Shalat Syar'i Tafsir Tarawih Tasawwuf Tauhid Thaharah tokoh Ulama Video Warisan zakat
false
ltr
item
Catatan Fiqih: Pengantin Baru, Jaga Jarak Selama Ramadhan!
Pengantin Baru, Jaga Jarak Selama Ramadhan!
https://lh3.googleusercontent.com/-DSNr7iGl5F4/V1Wue3GDMGI/AAAAAAAAFIA/-9Xp5RKvZgw/s640/Catatanfiqihdotcom_20160607000651588.jpg
https://lh3.googleusercontent.com/-DSNr7iGl5F4/V1Wue3GDMGI/AAAAAAAAFIA/-9Xp5RKvZgw/s72-c/Catatanfiqihdotcom_20160607000651588.jpg
Catatan Fiqih
http://www.catatanfiqih.com/2016/06/pengantin-baru-jaga-jarak-selama.html
http://www.catatanfiqih.com/
http://www.catatanfiqih.com/
http://www.catatanfiqih.com/2016/06/pengantin-baru-jaga-jarak-selama.html
true
7393550621511658776
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All BACA JUGA LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago