Archive Pages Design$type=blogging

Khutbah Jumat: Jauhi Perbuatan Sia-Sia

الحمد لله, الحمد لله الذى خلق الْإِنسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا ا...

الحمد لله, الحمد لله الذى خلق الْإِنسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن سيدنا محمدا عبده ورسوله.  اللهم صل على سيدنا محمد وعلى أله وصحبه أجمعين. اما بعد فياأيهاالحاضرون اتقوالله, اتقوالله حق تقاته ولاتموتن الا وانتم مسلمون, وقال الله تعالى وَأَحْسِنُوا إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

“…Dan berbuat baiklah kalian karena sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik.” (al-Baqarah:195)

Alhamdulillah, pada hari yang mulia ini kita masih berada pada momen tahun baru hijriyah 1438 H. Mengingat bulan ini adalah bulan baru dan tahun yang baru pula, maka sudah sepatutnya kita membuka lembaran baru, serta meninggalkan segala perkara yang tidak memberi manfaat bagi kehidupan akhirat maupun dunia. Seseorang dianggap telah baik keislamannya jika ia telah menjauhkan diri dari hal yang sia-sia. Sebagaimana yang Rasulullah sabdakan dalam sebuah hadist:
 
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيْهِ    حديث حسن رواه الترمذي وغيره هكذا
Dari Abi Hurairah, Rasulullah telah bersabda, sebagian dari kebaikan keislaman seseorang ialah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya. (HR. Tarmizi) Matan Arbain-12
 
Dari hadis ini, secara tidak langsung Rasulullah mengajak kita untuk berfikir dulu sebelum bertidak, bukan bertindak dulu baru berfikir kemudian. Sebab, sebuah tindakan tanpa perencanaan maka akan berakhir kepada kesia-siaan lantaran tidak adanya kejelasan tujuan dan maksud.

Kaum muslimim sidang jamaah jumat yang mulia.

Beranjak dari sini, maka jelaslah kenapa setiap ibadah yang disyariatkan selalu dimulai dengan niat sebagai rukun pertamanya. Niat adalah bagian dari perencanaan, tanpa niat maka tidak sah ibadah, rusak niat dipertengahan maka rusak pula ibadah tersebut. Demikian juga dengan segala perbuatan yang lain, harus dimulai dengan niat yang bagus dan semata-mata karena Allah Ta'ala.
Dalam hadist tadi juga memberi pemahaman bagi kita agar setiap Muslim bersungguh-sungguh terhadap hal yang bermanfaat bagi mereka. Maka seseorang dianggap telah baik keislamannya jika meninggalkan pekerjaan yang tidak bermanfaat, baik itu berupa perbuatan maupun perkataan.

jika kita renungkan, pada dasarnya seluruh ajaran yang ada dalam islam mengajarkan kita agar hidup dalam keteraturan dan menjauhkan diri dari sikap sia-sia. Karenanya, tidak mengherankan ketika kita dapati kata-kata tertib dalam setiap rukun ibadah. jika kita hubungankan dengan hadist Nabi di atas tadi, nilai-nilai tertib yang ada pada ibadah, seharusnya menjadi pembelajaran penting bagi kita agar hidup lebih teratur sehingga terbebas dari sikap yang sia-sia.

Kaum Muslimin yang dirahmati Allah.

Di awal tahun baru ini marilah kita berbenah, mulailah dari hal yang paling sederhana. misalkan saja seperti menghilangkan rintangan yang ada pada jalan, sebagaimana yang Nabi katakan "membuang duri dari jalan termasuk bagian dari sedekah". Senada dengan itu dalam kesempatan lain Rasulullah juga bersabda:
 
وعن ابي سعيد الخدر رضي الله عنه عن النبي ص.م قال : ايّاكم والجلوس في الطرقات, قالوا : يا رسول الله ما لنا من مجالسنا بدّ نتحدّث فيها, ققال رسول الله ص.م : فاذا ابيتم الاّ المجلس فاعطوا الطّريق حقّه, قالوا : وما حقّ الطّريق يا رسول الله ؟ قال : غضّ البصر, وكفّ الاذي, وردّ السّلام, والامر بالمعروف, والنّهي عن المنكر, (رواه البخاري و مسلم(
 
Diriwayatkan dari Abu Sa'id al-Khudri r.a, bahwasanya Nabi saw. pernah bersabda, "Janganlah kalian duduk-duduk di pinggir jalan."Para sahabat berkata, "Ya Rasulullah, kami duduk di situ untuk mengobrol, kami tidak bisa meninggalkannya. "Beliau bersabda, "Jika kalian tidak mau meninggalkan tempat itu maka kalian harus menunaikan hak jalan." Para sahabat bertanya, "Apa hak jalan itu ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Menundukkan pandangan, membuang hal-hal yang mengganggu di jalan, menjawab salam, memerintahkan perkara ma'ruf, dan melarang perbuatan mungkar," (H.R. Bukhari dan Muslim).

Kaum muslimim sidang jamaah jumat yang mulia.

Jalanan yang ada pada masa Rasulullah sudah barang tentu tidak sama dengan jalan beraspal seperti umumnya kita lihat sekarang, namun sudah jauh-jauh hari beliau mewanti-wanti agar memberikan hak bagi setiap pengguna jalan. Termasuk dalam katagori memberi hak bagi pengguna jalan adalah membuang hal-hal yang mengganggu yang ada pada jalan tersebut. Namun budaya yang ada pada tempat kita dewasa ini malah terjadi yang sebaliknya, ketika jalanan sudah bagus rapi teraspal, sudah enak untuk dilalui malah dipasang polisi tidur dengan alasan supaya tidak ada yang kebut-kebutan, jika memang alasannya demikian untuk apa diperbaiki, toh biarkan saja rusak karena sudah barang tentu tidak ada yang akan ngebut dijalanan yang rusak.

Dalam hadist sudah nabi jelaskan bagimana etika dalam menggunakan jalan, pengendara punya hak terhadap jalan, demikian juga yang berada disamping jalan juga punya hak. Sebagaimana yang nabi katakan, adab orang-orang yang duduk dipinggir jalan adalah menjawab salam, ini menandakan bahwa pengendara harus mendahului memberi salam bagi yang berada disamping jalan. Jika masing-masing pihak mengerti hak dan kewajiban maka insyaAllah tidak adalagi pengendara yang kebut-kebutan sehingga tidak perlu adanya pemasangan polisi tidur.

Dan penting untuk kita sadari juga, bahwa kebebasan kita terikat dengan kebebasan orang lain, sebagai contoh, kita berhak dan bebas untuk kentut namun orang lain juga berhak untuk menghirup udara yang segar, sehingga kurang beradap ketika kentut sembarangan terutama pada tempat yang banyak orang.

Wallahu A'lam

بَارَكَ الله لِى وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِى وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذْكُرَ الْحَكِيْمَ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَاِنَّهُ هُوَالسَّمِيْعُ العَلِيْمُ, وَأَقُوْلُ قَوْلى هَذَا فَاسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْ 

COMMENTS

Name

akhlaq Aqidah biografi Dayah Download Dunia Muslim Fiqih Haji hijab Ibadah Islam jamaah Jinayah Jumat khutbah Masjid menulis mesjid Motivasi Muamalah Nikah PELAJAR Perpustakaan Puasa quote quran qurban Ramadhan safari santri sejarah Shalat Syar'i Tafsir Tarawih Tasawwuf Tauhid Thaharah tokoh Ulama Video Warisan zakat
false
ltr
item
Catatan Fiqih: Khutbah Jumat: Jauhi Perbuatan Sia-Sia
Khutbah Jumat: Jauhi Perbuatan Sia-Sia
https://lh3.googleusercontent.com/-LNeRH0oTAXg/WABijEZ8JEI/AAAAAAAAFb8/Nme_SFLjQSw/s640/Catatanfiqihdotcom_20161014114040193.jpg
https://lh3.googleusercontent.com/-LNeRH0oTAXg/WABijEZ8JEI/AAAAAAAAFb8/Nme_SFLjQSw/s72-c/Catatanfiqihdotcom_20161014114040193.jpg
Catatan Fiqih
http://www.catatanfiqih.com/2016/10/khutbah-jumat-jauhi-perbuatan-sia-sia.html
http://www.catatanfiqih.com/
http://www.catatanfiqih.com/
http://www.catatanfiqih.com/2016/10/khutbah-jumat-jauhi-perbuatan-sia-sia.html
true
7393550621511658776
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All BACA JUGA LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago