Archive Pages Design$type=blogging

Menangislah Jika Itu Wujud Bahagia

Berbincang tentang cinta, terkadang dianggap lebay, sok romantis, bahkan yang lebih ekstrim lagi dikira kebelet nikah, oh tidak... Jan...

Berbincang tentang cinta, terkadang dianggap lebay, sok romantis, bahkan yang lebih ekstrim lagi dikira kebelet nikah, oh tidak... Jangan sesempit itu. Bukankan Baginda Nabi Muhammad sendri beliau datang ke dunia ini dengan ajaran yang penuh cinta kasih, yang disenangi kawan dan disegani lawan. Sehingga tidak patut menyempitkan makna cinta hanya untuk cinta terhadap lawan jenis, karena cinta itu banyak jenis.

Cinta dan air mata adalah dua sosok yg tidak dapat dipisahkan. Disaat cinta itu datang, air mata pun terkadang ikut hadir tanpa di undang. Cuma yang ditinjau disini adalah, cinta yang bagaimana yang membuat derai air mata?  Tidak perlu jauh-jauh, datanglah ke mesjid Raya Baiturrahman dan lihatlah ke arah mempelai yang baru saja mengikrarkan pernikahan, tanpa disadari ikatan cinta yang telah resmi ini disambut gembira dengan bocornya air mata. Demikian halnya banyak mata berkaca-baca saat berlangsungnya acara wisuda. Begitu juga kala baru lahir anak, sang bunda biarpun berpeluh keringat, meleleh air matanya melihat ananda lahir dengan selamat sentosa. Disini berarti kedatangan air mata adalan wujud bahagia yg luar biasa, oleh karena itu marilah menangis jika tangis tersebut adalah wujud bahagia.

Dalam agama pun tangisan adalah sesuatu yang istimewa, tangisan seorang hamba yang menyesali dosa-dosanya itu sangat baik dalam membina hubungan dengan Sang Khaliq. Disisi lain tangisan juga bakal terjadi dikala hati sedang sangat bersedih. Kesedihan yang mendalam memaksa mata untuk meneteskan airnya. Menangis adalah cara untuk melegakan hati dari kegundahan jiwa. Sehingga menangis bakal mendatangkan ketenangan.

Marah yang berlebihan pada akhirnya juga akan berujung ke tangisan. Sehingga jika ditarik sebuah benang merah, tiga perasaan yang berbeda namun bisa diwakili oleh satu aksi yang sama, yaitu tangis. 

Kemudian, marah sedih dan senang, semuanya berhubungan dengan cinta. Ayah dan bunda akan sangat marah besar ketika mengetahui anaknya terlibat dalam kenakalan remaja, kemarahan disini terjadi karena cinta mereka kepada anaknya. Kemarahan mereka bukan untuk menghancurkan sang anak melainkan untuk mendidiknya agar menjadi lebih baik.Kesedihan juga wujud cinta, disaat kehilangan orang-orang tercinta tanpa perlu dikomandoi hati akan bersedih yang diiringi dengan tetesan air mata. Sebaliknya, ketika yang tercinta telah kembali hati juga akan berbunga-bunga lagi, sehingga dapat dipahami bahwa senang juga salah satu wujud cinta. Berarti, marah sedih dan senang adalah warna warni cinta. Cinta punya banyak warna dan rasa.

Cinta itu kekuatan yang luar biasa, sanggup membuat mata melek berjam-jam lamanya disaat membaca novel lembar demi lembarnya. Begitu juga ketika cinta terhadap quran telah tumbuh di dasar sanubari maka tak akan terasa jemu lagi dalam membacanya. Karenanya bacalah dengan baik dan bagus sesuai dengan sifat-sifat hurufnya sehingga dengannya akan meresonansi jiwa dan membuat semakin cinta. Betapa merindingnya dan terharu ketika kita dengarkan bacaan yang syahdu, disini menandakan bahwa bacaan dan suara yang bagus sangat mempengaruhi dalam menumbuhkan cinta. Sehingga wajar saja terkadang ada yang mengatakan suara wanita adalah aurat karena suara punya potensi yang besar dalam menumbuhkan cinta. Biarpun demikian suara wanita bukanlah aurat, tapi bila dikhawatirkan bisa menimbulkan fitnah maka lebih baik menghindari.

Untuk itu, syariat memberi batasan-batasan saat berinteraksi dengan wanita. Dalam bab mua'malah dibolehkan melihat wanita, itupun sebatas wajah dan kedua tangan. Demikian juga dalam hal belajar mengajar, juga dibenarkan melihat wanita tanpa tabir. namun, sebagaimana yang disebutkan dalam Kitab Fathul Muin, berdasarkan pendapat yang kuat, seorang guru boleh melihat muridnya yang wanita saat mengajar pelajaran-pelajaran yang wajib saja, seperti bacaan Al-Fatihah, sementara untuk pelajaran yang hukumnya sunah dipelajari maka di anjurkan memakai tabir. Hukum melihat wanita berubah menjadi sunah jika bertujuan untuk menikah dengannya, namun jika bukan demikian maka haram melihat. [*]

Oleh: Saiful Hadi
Referensi
[*] Hasyiah Ianatuttalibin, Bab Nikah Hlm. 260

Name

akhlaq Aqidah biografi Dayah Download Dunia Muslim Fiqih Haji hijab Ibadah Islam jamaah Jinayah Jumat khutbah Masjid menulis mesjid Motivasi Muamalah Nikah PELAJAR Perpustakaan Puasa quote quran qurban Ramadhan safari santri sejarah Shalat Syar'i Tafsir Tarawih Tasawwuf Tauhid Thaharah tokoh Ulama Video Warisan zakat
false
ltr
item
Catatan Fiqih: Menangislah Jika Itu Wujud Bahagia
Menangislah Jika Itu Wujud Bahagia
https://lh3.googleusercontent.com/-uQ7HTjAfwxI/ViLsg6aT80I/AAAAAAAAEgs/eDnU3B4OFiY/s640/rainy-day1.jpg
https://lh3.googleusercontent.com/-uQ7HTjAfwxI/ViLsg6aT80I/AAAAAAAAEgs/eDnU3B4OFiY/s72-c/rainy-day1.jpg
Catatan Fiqih
http://www.catatanfiqih.com/2014/12/menangislah-jika-itu-wujud-bahagia.html
http://www.catatanfiqih.com/
http://www.catatanfiqih.com/
http://www.catatanfiqih.com/2014/12/menangislah-jika-itu-wujud-bahagia.html
true
7393550621511658776
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All BACA JUGA LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago