Archive Pages Design$type=blogging

Bid'ahkah Jadwal Imsak?

Oleh: Saiful Hadi Menjelang ramadhan, berbagai persiapan dilakukan untuk menyambutnya, lain tempat maka juga lain tata caranya. Di Aceh mis...

Oleh: Saiful Hadi

Menjelang ramadhan, berbagai persiapan dilakukan untuk menyambutnya, lain tempat maka juga lain tata caranya. Di Aceh misalkan, minus dua hari menjelang ramadhan ada tradisi meugang. Selain itu, dunia percetakan pun juga ramai order, mulai dari cetak spanduk ucapan selamat berpuasa, hingga cetak jadwal shalat selama ramadhan.

Dalam selebaran jadwal shalat selama ramadhan, didapati ada sebuah waktu yang disebut imsak, yang dijadikan sebagai patokan untuk memulai menahan diri dari hal-hal yang membukakan puasa. Belakangan, ada segelintir suara-suara sumbang yang mempertanyakan, imsak tersebut asal usulnya dari mana? Bukankah puasa dimulai dari terbit fajar? Sementara imsak waktunya belum terbit fajar, kenapa harus mempersulit diri sendiri dengan menahan lapar lebih awal.

Menjawab hal ini, mari kita simak ulasan para ulama sebagai berikut:

1. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani
Dalam Fathul Bari Syarh Shahih Bukhari pada kitabus shaum, pada bab:
ﺑﺎﺏ ﻗﺪﺭ ﻛﻢ ﺑﻴﻦ ﺍﻟﺴﺤﻮﺭ ﻭﺻﻼﺓ ﺍﻟﻔﺠﺮ
[bab ukuran perkiraan waktu antara sahur dan shalat subuh]

Diriwayatkan dari Anas radliyallaahu ‘anhu dari Zaid bin
Tsabit bahwa dia pernah berkata : ”Kami pernah makan sahur bersama Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam, kemudian kami berangkat shalat (shubuh). Maka aku (Anas) berkata : “Berapa lama jarak antara adzan dan makan sahur? Ia (Zaid) menjawab : ﺧﻤﺴﻴﻦ ﺁﻳﺔ (kira-kira bacaan lima puluh ayat dari Al-Qur’an)”

Ibnu Hajar menjelaskan:

ﻗﻮﻟﻪ : ‏( ﺑﺎﺏ ﻗﺪﺭ ﻛﻢ ﺑﻴﻦ ﺍﻟﺴﺤﻮﺭ ﻭﺻﻼﺓ ﺍﻟﻔﺠﺮ ‏) ﺃﻱ : ﺍﻧﺘﻬﺎﺀ ﺍﻟﺴﺤﻮﺭ ﻭﺍﺑﺘﺪﺍﺀ ﺍﻟﺼﻼﺓ ؛
ﻷﻥ ﺍﻟﻤﺮﺍﺩ ﺗﻘﺪﻳﺮ ﺍﻟﺰﻣﺎﻥ ﺍﻟﺬﻱ ﺗﺮﻙ ﻓﻴﻪ ﺍﻷﻛﻞ ، ﻭﺍﻟﻤﺮﺍﺩ ﺑﻔﻌﻞ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﺃﻭﻝ ﺍﻟﺸﺮﻭﻉ ﻓﻴﻬﺎ ﻗﺎﻟﻪ
ﺍﻟﺰﻳﻦ ﺑﻦ ﺍﻟﻤﻨﻴﺮ .

Perkataannya [bab ukuran perkiraan waktu antara sahur dan shalat subuh] yakni waktu akhir sahur dan mulai shalat, karena sesungguhnya maksudnya adalah perkiraan waktu berhenti makan, dan maksud dengan melalakukan shalat adalah permulaan mulai shalat, telah menyatakan atas hal itu oleh Az-Zain bin al-Minbar.

lalu beliau berkata lagi:

ﻗﻮﻟﻪ : ‏( ﻗﺎﻝ : ﻗﺪﺭ ﺧﻤﺴﻴﻦ ﺁﻳﺔ ‏) ﺃﻱ : ﻣﺘﻮﺳﻄﺔ ﻻ ﻃﻮﻳﻠﺔ ﻭﻻ ﻗﺼﻴﺮﺓ ﻻ ﺳﺮﻳﻌﺔ ﻭﻻ
ﺑﻄﻴﺌﺔ ، ﻭﻗﺪﺭ ﺑﺎﻟﺮﻓﻊ ﻋﻠﻰ ﺃﻧﻪ ﺧﺒﺮ ﺍﻟﻤﺒﺘﺪﺃ ، ﻭﻳﺠﻮﺯ ﺍﻟﻨﺼﺐ ﻋﻠﻰ ﺃﻧﻪ ﺧﺒﺮ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﻤﻘﺪﺭﺓ ﻓﻲ
ﺟﻮﺍﺏ ﺯﻳﺪ ﻻ ﻓﻲ ﺳﺆﺍﻝ ﺃﻧﺲ ﻟﺌﻼ ﺗﺼﻴﺮ ﻛﺎﻥ ﻭﺍﺳﻤﻬﺎ ﻣﻦ ﻗﺎﺋﻞ ﻭﺍﻟﺨﺒﺮ ﻣﻦ ﺁﺧﺮ . ﻗﺎﻝ
ﺍﻟﻤﻬﻠﺐ ﻭﻏﻴﺮﻩ : ﻓﻴﻪ ﺗﻘﺪﻳﺮ ﺍﻷﻭﻗﺎﺕ ﺑﺄﻋﻤﺎﻝ ﺍﻟﺒﺪﻥ ، ﻭﻛﺎﻧﺖ ﺍﻟﻌﺮﺏ ﺗﻘﺪﺭ ﺍﻷﻭﻗﺎﺕ ﺑﺎﻷﻋﻤﺎﻝ
ﻛﻘﻮﻟﻪ : ﻗﺪﺭ ﺣﻠﺐ ﺷﺎﺓ ، ﻭﻗﺪﺭ ﻧﺤﺮ ﺟﺰﻭﺭ ، ﻓﻌﺪﻝ ﺯﻳﺪ ﺑﻦ ﺛﺎﺑﺖ ﻋﻦ ﺫﻟﻚ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺘﻘﺪﻳﺮ
ﺑﺎﻟﻘﺮﺍﺀﺓ ؛ ﺇﺷﺎﺭﺓ ﺇﻟﻰ ﺃﻥ ﺫﻟﻚ ﺍﻟﻮﻗﺖ ﻛﺎﻥ ﻭﻗﺖ ﺍﻟﻌﺒﺎﺩﺓ ﺑﺎﻟﺘﻼﻭﺓ ، ﻭﻟﻮ ﻛﺎﻧﻮﺍ ﻳﻘﺪﺭﻭﻥ ﺑﻐﻴﺮ
ﺍﻟﻌﻤﻞ ﻟﻘﺎﻝ ﻣﺜﻼ : ﻗﺪﺭ ﺩﺭﺟﺔ ، ﺃﻭ ﺛﻠﺚ ﺧﻤﺲ ﺳﺎﻋﺔ .

Perkataan [beliau berkata;ukuran 50 ayat] yakni bacaan yang sedengan bukan yang panjang tau yg pendek, tidak yang kencang [membacanya] atau yang lambat, berkata al-mihlab dan lainnya: disana membuat perkiraan waktu dengan perbuatan badan, dan biasanya orang arab membuat perkiraan waktu dengan amalan badan,seperti dengan ukuran memeras susu kambing. maka zaid memindahkan perkiraan itu dengan qiraat, itu merupakan sebuah isyarat juga bahwa waktu itu adalah waktu ibadah dengan qiraat, seandainya kebiasaan orang arab tidak dengan amalan badan, maka zaid pun akan berkata misalnya: ukuran derajat sekian, atau sepertiga, seperlima jam.

2. Ibnu Rusyd
Beliau menjelaskan dalam Bidayatul Mujtahid pada kitab Shaum juz 1 hal 211, sebagai berikut :

والمشهور عن مالك وعليه الجمهور أن اﻷكل يجوز أ ن يتصل بالطلوع، وقيل بل يجب اﻹمساك قبل الطلوع...

Pendapat yang mashur dari Imam Malik dan sesuai dengan pendapat jumhur, batas makan adalah eksistensi terbit fajar, bukan tampaknya fajar, dan ada yang mengatakan bahkan wajib imsak sebelum terbit fajar.

ومن ذهب إلى أنه يجب اﻹمساك قبل الفجر فجريا على اﻻحتياط وسدا للذريعة، وهو أورعالقولين واﻷوا أقيس والله أعلم.

Mereka yang menentukan batas imsak sebelum terbit fajar hanya sebagai tindakan hati-hati dan menghilangkan keraguan. Pendapat pertama (malik dan jumhur) lebih tepat dan pendapat kedua (imsak sebelum terbit fajar) lebih hati-hati, wallahu a'lam.

Kesimpulan
Berdasarkan uraian di atas, jadi jelas bahwa sejak zaman Rasulullah, sudah dilakukan imsak sebagai langkah berhati-hati. Karena dulunya tidak ada jam, wajar saja orang mengukur waktu berdasarkan kegiatan-kegiatan tertentu. Sementara belakangan ini, dimana penanda waktu semakin canggih, dibuatlah jarak waktu sekitar 10 menit sebelum subuh sebagai langkah untuk bersiap-siap puasa. Karenanya, jangan terburu-buru divonis sebagai sesuatu yang tidak mendasar, apalagi jika dituduhkan sebagai perbuatan bid'ah. Wallahu a'lam.

COMMENTS

Name

akhlaq Aqidah biografi Dayah Download Dunia Muslim Fiqih Haji hijab Ibadah Islam jamaah Jinayah Jumat khutbah Masjid menulis mesjid Motivasi Muamalah Nikah PELAJAR Perpustakaan Puasa quote quran qurban Ramadhan safari santri sejarah Shalat Syar'i Tafsir Tarawih Tasawwuf Tauhid Thaharah tokoh Ulama Video Warisan zakat
false
ltr
item
Catatan Fiqih: Bid'ahkah Jadwal Imsak?
Bid'ahkah Jadwal Imsak?
https://lh3.googleusercontent.com/-1vMIer4Xo04/V1JefZ1eJtI/AAAAAAAAFHg/nE4JKpLocKs/s640/Catatanfiqihdotcom_20160604114337985.jpg
https://lh3.googleusercontent.com/-1vMIer4Xo04/V1JefZ1eJtI/AAAAAAAAFHg/nE4JKpLocKs/s72-c/Catatanfiqihdotcom_20160604114337985.jpg
Catatan Fiqih
http://www.catatanfiqih.com/2016/06/bid-jadwal-imsak.html
http://www.catatanfiqih.com/
http://www.catatanfiqih.com/
http://www.catatanfiqih.com/2016/06/bid-jadwal-imsak.html
true
7393550621511658776
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All BACA JUGA LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago