Archive Pages Design$type=blogging

Hikmah Dibalik Larangan-Larangan Haji

Oleh: Saiful Hadi Ibadah haji yang merupakan rukun islam ke lima mulai disyariatkan Allah Ta'ala kepada umat islam pada tahun 6 Hijriah...

Oleh: Saiful Hadi

Ibadah haji yang merupakan rukun islam ke lima mulai disyariatkan Allah Ta'ala kepada umat islam pada tahun 6 Hijriah, bertetapan dengan turunnya QS Al-Baqarah:196, namun ada juga yang berpendapat bahwa ibadah haji mulai di syariatkan pada tahun 9 Hijriah. Terlepas mengenai khilafiah kapan awal mula disyariatkannya, namun yang jelas kewajiban menunaikan ibadah haji hanya dibebankan seumur hidup sekali jika telah mampu untuk menunaikannya. Lain hal dengan kewajiban shalat yang memang wajib selalu dikerjakan selama yang bersangkutan masih waras.

Layaknya ibadah shalat dan puasa yang di dalam pelaksanaannya terdapat beberapa larangan dan pantangan yang bisa menyebabkan rusakknya ibadah, haji pun juga terdapat larangan-larangan yang mesti dipatuhi oleh setiap insan yang sedang dalam kondisi ihram haji.

Diantara hal-hal yang terlarang tersebut misalkan seperti memotong rambut, memotong kuku, memakai wewangian, bercumbu dengan istri dan sebagainya. Larangan tersebut baru berakhir jika orang yang sedang ihram haji telah melaksanakan tahallul.

Lantas, apa hikmah dibalik larangan-larangan dalam ihram? Syaikh Wahbah Az-Zuhaili dalam tafsir Al-Munir menjelaskan, rahasia dibalik adanya larangan tersebut agar para pelaksana haji mengingat bahwa ziarah ke Baitullah sesungguhnya ia pergi menuju Allah Ta'ala, sehingga ia melepaskan diri dari kebiasaan-kebiasaan dan kemewahan-kemewahannya, meninggalkan simbol-simbol kebanggaan yang membedakannya dari orang lain, sehingga yang kaya dengan yang miskin sama, rakyat jelata serupa dengan penguasa, dan semua manusia dari segala tingkat mengenakan kostum seperti kostum orang mati. [1]

Bagi yang sedang melaksanakan Ibadah Haji, berbekallah dengan amal-amal shalih, dan jadikan taqwa sebagai bekal untuk akhirat, sebab sebaik-baik bekal adalah menjauhi hal-hal yang terlarang.

[1] Terjemahan Tafsir Al-Munir Juz 1, hal. 445

COMMENTS

Name

akhlaq Aqidah biografi Dayah Download Dunia Muslim Fiqih Haji hijab Ibadah Islam jamaah Jinayah Jumat khutbah Masjid menulis mesjid Motivasi Muamalah Nikah PELAJAR Perpustakaan Puasa quote quran qurban Ramadhan safari santri sejarah Shalat Syar'i Tafsir Tarawih Tasawwuf Tauhid Thaharah tokoh Ulama Video Warisan zakat
false
ltr
item
Catatan Fiqih: Hikmah Dibalik Larangan-Larangan Haji
Hikmah Dibalik Larangan-Larangan Haji
https://lh3.googleusercontent.com/-lnZvSxwFB8k/Wal8-mMnqmI/AAAAAAAAHEw/KU1Vh0V8Vj8JzR6KNgBeMyK7E_KoXzDGwCHMYCw/s640/IMG_20170129_092013_20170901222757487.jpg
https://lh3.googleusercontent.com/-lnZvSxwFB8k/Wal8-mMnqmI/AAAAAAAAHEw/KU1Vh0V8Vj8JzR6KNgBeMyK7E_KoXzDGwCHMYCw/s72-c/IMG_20170129_092013_20170901222757487.jpg
Catatan Fiqih
http://www.catatanfiqih.com/2017/09/hikmah-dibalik-larangan-larangan-haji.html
http://www.catatanfiqih.com/
http://www.catatanfiqih.com/
http://www.catatanfiqih.com/2017/09/hikmah-dibalik-larangan-larangan-haji.html
true
7393550621511658776
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All BACA JUGA LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago