Archive Pages Design$type=blogging

Budayakan Bangun Malam

Oleh: Saiful Hadi Dalam sebuah Hadist Rasulullah bersabda, "siapa saja yang terbiasa mengerjakan shalat malam, meskipun suatu ke...

Oleh: Saiful Hadi

Dalam sebuah Hadist Rasulullah bersabda, "siapa saja yang terbiasa mengerjakan shalat malam, meskipun suatu ketika tertidur pada suatu malam karena kelelahan, niscaya pahala shalatnya tetap ditulis baginya, dan tidurnya itu adalah sedekah dari Allah Ta'ala untuknya" (HR. Daruquthni)

Menghidupkan malam memang berat dan penuh tantangan, apalagi jika cuaca sedang musim dingin atau musim hujan. Imam al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menjelaskan, ada empat perkara yang bisa dilakukan berkaitan dengan kondisi batin yang memudahkan untuk bangun malam. Pertama, hendaknya menjaga hati aman dari sikap dengki dan benci kepada kaum muslimin, menjauhkan diri dari bid'ah dan jangan memikirkan dunia secara berlebihan. Kedua, hendaknya memelihara dengan ketat rasa takut kepada Allah Ta'ala. Apabila seseorang berfikir keras terhadap neraka jahanam dan huru hara akhirat, maka ia akan mengurangi tidur, bahkan sulit tidur. Ketiga, hendaknya mengetahui keutamaan bangun malam dan shalat malam. Bangun malam adalah cara terbaik untuk membina hubungan dengan Allah Ta'ala. Keempat, hendaknya cinta kepada Nya. Ketika cinta kepada Allah ada, maka akan gemar pada kesunyian dan bercengkrama dengan Nya, serta lezat dan nyaman dalam berdoa kepada Nya. [1]

Allah Ta'ala memberi anugrah yang sangat besar bagi orang orang yang menghidupkan malam sebagaimana yang telah disampaikan oleh Rasulullah dalam hadist tadi. Bahkan, Rasulullah juga pernah bersabda, "bahwasanya di malam itu ada suatu saat dimana jika seorang muslim kebetulan memohon kepada Nya suatu kebajikan, niscaya akan dikabulkan" (HR. Tirmidzi)

Budaya bangun malam perlu dilatih sejak dini. Untuk melatih agar anak-anak terbiasa menghidupkan malam maka sejak awal menikah pun sudah harus saling melatih bersama pasangan, sehingga jika masing2 telah terbiasa mudah-mudahan kebiasaan baik tersebut InsyaAllah juga akan tertular bagi anak-anaknya. Diriwayatkan dalam sebuah hadist, Rasulullah saw bersabda, "semoga Allah Ta'ala merahmati laki-laki yang bangun malam, lalu mengerjakan shalat. Kemudian ia membangunkan istrinya dari tidurnya dan ia pun lalu mengerjakan shalat. Kalau istrinya enggan, ia menyapukan air ke muka istrinya dengan kasih sayang". [2]

Rasulullah juga bersabda, "semoga Allah Ta'ala merahmati wanita yang bangun malam, lalu mengerjakan shalat. Ia membangunkan suaminya lalu suaminya pun mengerjakan shalat. Kalau suaminya enggan, ia menyapukan air ke wajahnya dengan kasih sayang". [3]

Nabi juga pernah bersabda, "siapa saja yang bangun malam dan membangunkan istrinya, lalu keduanya mengerjakan shalat dua rakaat, niscaya keduanya akan dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang banyak ingat kepada Allah" (HR. Muslim)

Sebagaimana yang diajarkan oleh Baginda Nabi, berlakulah lemah lembut dalam membangunkan pasangan agar ikutan menghidupkan malam. Dengan demikian, semoga kita termasuk ke dalam golongan yang selalu menjaga diri dan keluarganya dari api neraka. Beribadah bersama pasangan tentu saja akan lebih menetramkan. Dalam sebuah Hadist Rasulullah menyatakan bahwa, "Dua rakaat shalat orang yang sudah menikah lebih baik dari tujuh puluh rakaat yang masih lajang" [4]. Untuk itu, menikahlah agar lebih menentramkan dan menenangkan.

Berbicara tentang ketentraman, Imam at-Thabari dalam menjelaskan kalimat "litaskunuu ilaiha", beliau mengatakan, makna kalimat itu supaya kalian mampu menjaga kesucian diri kalian dengan kehadiran suami dan istri dalam kehidupan. Inilah makna yang paling mendasar dari "sakinah". Adanya istri adalah benteng terkokoh bagi suaminya, agar mampu berlari dari yang keji menuju yang suci, dari dosa menuju pahala, dari nista menuju mulia, dari neraka menuju syurga. Demikian pula adanya suami menjadi perisai bagi istrinya yang akan melindungi dari segala gerisik hati, ucap lisan, dan laku anggota yang Allah murkai. [5]
Dan berdoalah berbagai macam kebajikan, karena waktu malam adalah saat terbaik dalam berdoa.

Catatan kaki
1. Terjemahan Ihya Ulumuddin juz 2,  keutamaan dan rahasia waktu malam, hal. 339, penerbit Republika.
2. Ibid, hal. 343
3. Ibid, hal. 343
4. Tanqihul Qaulu, Bab Nikah
Name

akhlaq Aqidah biografi Dayah Download Dunia Muslim Fiqih Haji hijab Ibadah Islam jamaah Jinayah Jumat khutbah Masjid menulis mesjid Motivasi Muamalah Nikah PELAJAR Perpustakaan Puasa quote quran qurban Ramadhan safari santri sejarah Shalat Syar'i Tafsir Tarawih Tasawwuf Tauhid Thaharah tokoh Ulama Video Warisan zakat
false
ltr
item
Catatan Fiqih: Budayakan Bangun Malam
Budayakan Bangun Malam
https://lh3.googleusercontent.com/-q_G8D1P8n04/Vydbkasrd6I/AAAAAAAAFAA/Uuc2XQ21H1w/s640/Catatanfiqihdotcom_20160502204853251.jpg
https://lh3.googleusercontent.com/-q_G8D1P8n04/Vydbkasrd6I/AAAAAAAAFAA/Uuc2XQ21H1w/s72-c/Catatanfiqihdotcom_20160502204853251.jpg
Catatan Fiqih
http://www.catatanfiqih.com/2014/10/menghidupkan-malam.html
http://www.catatanfiqih.com/
http://www.catatanfiqih.com/
http://www.catatanfiqih.com/2014/10/menghidupkan-malam.html
true
7393550621511658776
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All BACA JUGA LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago