Archive Pages Design$type=blogging

Merenung vs Menghayal

Menghayal dengan merenung adalah dua hal yang sangat berbeda. Mengkhayal diterjemahkan sebagai menggambarkan (melukiskan) atau angan-ang...

Menghayal dengan merenung adalah dua hal yang sangat berbeda. Mengkhayal diterjemahkan sebagai menggambarkan (melukiskan) atau angan-angan; mengangan-angankan; mereka-reka, sementara Merenung diterjemahkan dengan memikirkan atau mempertimbang(kan)  dengan dalam-dalam. Dari dua defenisi ini bisa kita lihat perbedaan yg sangat jauh antara keduanya. Dalam agama pun, mengkhayal adalah tindakan yang tidak dianjurkan karena hanya membuang2 waktu dan dapat mengeraskan hati. Berbeda dengan merenung, ini malah di anjurkan, karena dengan merenung akan lebih meningkatkan keimanan dengan melihat berbagai tanda2 kebesaran Nya.


Diriwayatkan dari Syahid Al-balkhi [1], beliau berkata: "Aku telah memilih 400 hadist dari 4000 hadist, dari 400 itu aku memilih 40 hadist, dari 40 hadist itu aku simpulkan menjadi 4 kesimpulan, yaitu:

  • Janganlah kamu mengikat hati kepada wanita, karena ia hari ini untukmu dan esok hari untuk orang lain. Apabila kamu patuh kepadanya, niscaya ia akan memasukkanmu ke dalam neraka.
  • Janganlah kamu mengikat hati dengan harta, karena harta itu adalah barang pinjaman, hari ini untukmu dan esok hari untuk orang lain. apabila kamu mengikat hati dengan harta niscaya ia kan menghalangimu untuk menunaikan kewajiban kepada Allah, dan kamu akan takut miskin, serta selalu menuruti syetan.
  • Tinggalkan apa yang ragu di dalam hatimu, 
  • Janganlah kamu mengerjakan sesuatu sebelum mengerti benar, bagaimana nanti akan kamu jawab di hadapan Allah.

Jika kita renungkan lebih mendalam, apa yang disampaikan oleh Syahid Al-balkhi memang benar, sebab pada hakikatnya semua yang ada di dunia ini adalah milik Nya, untuk itu jangan mengikat hati dengan hal-hal tersebut. Yang perlu disadari adalah, semua yang melekat hanya sekedar titipan saja, dan prinsip dari sebuah titipan adalah yad amanah (dijaga dengan penuh amanah), dan sewaktu-waktu yang namanya titipan akan diambil kembali oleh pemiliknya.

[1] Tanbihul Ghafilin-Rakus dan panjang angan2
Name

akhlaq Aqidah biografi Dayah Download Dunia Muslim Fiqih Haji hijab Ibadah Islam jamaah Jinayah Jumat khutbah Masjid menulis mesjid Motivasi Muamalah Nikah PELAJAR Perpustakaan Puasa quote quran qurban Ramadhan safari santri sejarah Shalat Syar'i Tafsir Tarawih Tasawwuf Tauhid Thaharah tokoh Ulama Video Warisan zakat
false
ltr
item
Catatan Fiqih: Merenung vs Menghayal
Merenung vs Menghayal
Catatan Fiqih
http://www.catatanfiqih.com/2015/01/merenung-vs-menghayal.html
http://www.catatanfiqih.com/
http://www.catatanfiqih.com/
http://www.catatanfiqih.com/2015/01/merenung-vs-menghayal.html
true
7393550621511658776
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All BACA JUGA LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago