Archive Pages Design$type=blogging

Sejarah Maulid Nabi Muhammad saw

Sebagaimana yang dicatat oleh Ibnu Katsir dalam Kitab Bidayah wan Nihayah, Raja al-Malik al-Muzhaffar (549-630 H. / 1154-1233 M.) termasuk...

Sebagaimana yang dicatat oleh Ibnu Katsir dalam Kitab Bidayah wan Nihayah, Raja al-Malik al-Muzhaffar (549-630 H. / 1154-1233 M.) termasuk yang mempelopori peringatan maulid Nabi Muhammad SAW. Beliau adalah raja agung yang gagah perkasa, dermawan, 'alim, dan adil dari Irbil Irak. Adapun nama lengkap Raja Agung ini adalah al-Malik Muzhaffaruddin Abu Sa’id Kaukuburi bin Zainuddin Ali Ibnu Buktukin bin Muhammad at-Turkimani.[1]

Mengenai polemik tentang perayaan Maulid Nabi SAW, Imam Jalaluddin al-Shuyuthi (849-910 H/1445-1505 M) pernah menjawabnya, dalam kitab al-Hawi li al-Fatawi beliau menjelaskan:

“Ada sebuah pertanyaan tentang perayaan Maulid Nabi Saw pada bulan Rabi’ul Awal, bagaimana hukumnya menurut syara’. Apakah terpuji ataukah tercela? Dan apakah orang yang melakukannya diberi pahala ataukah tidak? Beliau menjawab, “Jawabannya menurut saya bahwa semula perayaan Maulid Nabi Saw,yaitu manusia berkumpul, membaca al- Qur’an dan kisah-kisah teladan Nabi SAW sejak kelahirannya sampai perjalanan kehidupannya. Kemudian menghidangkan makanan yang dinikmati bersama, setalah itu mereka pulang. Hanya itu yang dilakukan,tidak lebih. Semua itu termasuk Bid’ah hasanah. Orang yang melakukannya diberi pahala karena mengagungkan darejat Nabi SAW, manampakkan suka cita dan kegembiraan atas kelahiran Nabi Muhammad SAW, yang mulia.”[2].

Bahkan hal ini juga diakui oleh Ibnu Taimiyyah, sebagaimana dikutip oleh Sayyid Muhammad bin Alawi al – Maliki:

“Ibnu Taimiyyah berkata,”Orang-orang yang melaksanakan perayaan Maulid Nabi SAW, akan diberi pahala. Demikian pula yang dilakukan oleh sebagian orang, adakalanya bertujuan meniru kalangan Nasrani yang memperingati kelahiran Isa AS, dan ada kalanya juga dilakukan sebagai ekspresi rasa cinta dan penghormatan kepada Nabi SAW. Allah SWT akan memberi pahala kepada mereka atas kecintaan mereka kepada Nabi mereka, bukan dosa atas bid’ah yang mereka lakukan.”[3].

Kitab Bidayah wan Nihayah
Kisah Raja Muzaffar


[1] Al-Bidayah wan Nihayah karya Imam Ibnu Katsir (700-774 H. /1301-1372 M.), murid Syeikh Ibnu Taimiyyah (661-728 H. /1263-1328 M.), jilid 7 juz 13 halaman 136-137, cetakan “Darul Fikr”, Beirut - Libanon.
[2] Al-Hawi li al-Fatawi,juz1,hal.251-252
[3] Manhaj al-Salaf fi Fahm al-Nushush Bain al-Nazhariyyah wa al-Tathbiq, hal 399
-----------------
Rujukan :
Name

akhlaq Aqidah biografi Dayah Download Dunia Muslim Fiqih Haji hijab Ibadah Islam jamaah Jinayah Jumat khutbah Masjid menulis mesjid Motivasi Muamalah Nikah PELAJAR Perpustakaan Puasa quote quran qurban Ramadhan safari santri sejarah Shalat Syar'i Tafsir Tarawih Tasawwuf Tauhid Thaharah tokoh Ulama Video Warisan zakat
false
ltr
item
Catatan Fiqih: Sejarah Maulid Nabi Muhammad saw
Sejarah Maulid Nabi Muhammad saw
http://lh5.ggpht.com/-GlhHrg21siY/VKkLU_XkyHI/AAAAAAAACt4/PoMmM3MzuuE/s640/10882193_869455429765752_5035972449817097125_n.jpg
http://lh5.ggpht.com/-GlhHrg21siY/VKkLU_XkyHI/AAAAAAAACt4/PoMmM3MzuuE/s72-c/10882193_869455429765752_5035972449817097125_n.jpg
Catatan Fiqih
http://www.catatanfiqih.com/2015/01/sejarah-maulid-nabi-muhammad-saw.html
http://www.catatanfiqih.com/
http://www.catatanfiqih.com/
http://www.catatanfiqih.com/2015/01/sejarah-maulid-nabi-muhammad-saw.html
true
7393550621511658776
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All BACA JUGA LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago