Archive Pages Design$type=blogging

Keteladanan Nabi Musa; Berbeda tidak Berati Salah

Salah satu kisah Nabi yang paling lengkap dalam al-Quran adalah kisah Nabi Musa, kisah sebelum kelahiran, pertumbuhan, saat beranjak dew...

Salah satu kisah Nabi yang paling lengkap dalam al-Quran adalah kisah Nabi Musa, kisah sebelum kelahiran, pertumbuhan, saat beranjak dewasa hingga saat diangkat oleh Allah swt menjadi seorang Nabi dan Rasul. Karena kemuliaan dan keteguhan hatinya, Nabi Musa masuk kedalam kelompok 5 Rasul Allah yang menyandang predikat ulul azmi, Rasul yang (mempunyai kesanggupan).

Salah satu kisah menarik tentang Nabi Musa yang diabadikan al-Quran adalah kisah perjumpaan dan kebersamaannya dengan Nabi Khidir alaihi salam. Hakikat kebersamaan diantara keduanya dibahas oleh Syeikh Ibn Hajar al-Atsqalani dalam kitab fath al-bari pada Juz II.

Banyak pelajaran dari kisah Nabi Musa Alaihi salam saat berguru kepada Nabi Khidir Alaihi salam tersebut. Diantaranya adalah kesuhungguhan Nabi Musa dalam berguru, sampai rela menempuh perjalanan berhari-hari untuk menemukan sosok Khidir alaihi salam.
Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya, "Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua laut; atau aku akan berjalan (terus sampai) bertahun-tahun.” (Qs. al-Kahfi: 60)

Maka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengambil jalannya ke laut itu. Maka ketika mereka telah melewati (tempat itu), Musa berkata kepada muridnya, "Bawalah kemari makanan kita; sungguh kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini.”

Muridnya menjawab, "Tahukah engkau ketika kita mecari tempat berlindung di batu tadi, maka aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak ada yang membuat aku lupa untuk mengingatnya kecuali setan, dan (ikan) itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali.”
Musa berkata, "Itulah (tempat) yang kita cari.” Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula.

Pelajaran lainnya adalah menyadari ketidak tahuan dengan bertanya bukan dengan mengkritik, padahal kedudukan Nabi Musa dalam kenabian jelas lebih tinggi daripada Nabi Khidir, bahkan sebagian ulama menyebut Nabi Khidir adalah Wali Allah tidak sampai menjadi Nabi. Namu demikian Nabi Musa tidak mengkritik Nabi Khidir dan menyadari ada wilayah yang tidak dipahaminya sedangkan Khidir diberi ilmu tentang hal itu oleh Allah swt. Demikian ayat berbunyi:
Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan rahmat kepadanya dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan ilmu kepadanya dari sisi Kami.
Musa berkata kepadanya, "Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku ilmu yang benar yang telah diajarkan kepadamu (untuk menjadi) petunjuk?"
Dia menjawab, "Sungguh, engkau tidak akan sanggup sabar bersamaku.
Dan bagaimana engkau dapat bersabar atas sesuatu, sedang engkau belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?"
Musa berkata, "Insya Allah akan engkau dapati aku orang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam urusan apa pun.

Dia berkata, "Jika engkau mengikutiku, maka janganlah engkau menanyakan kepadaku tentang sesuatu apa pun, sampai aku menerangkannya kepadamu.”
Maka berjalanlah keduanya, hingga ketika keduanya menaiki perahu lalu dia (Khadhir) melubanginya. Musa berkata, "Mengapa engkau melubangi perahu itu, apakah untuk menenggelamkan penumpangnya?" Sungguh, engkau telah berbuat sesuatu kesalahan yang besar.”
Dia (Khadhir) berkata, "Bukankah sudah kukatakan, "Bahwa engkau tidak mampu sabar bersamaku.”
Musa berkata, "Janganlah engkau menghukum aku karena kelupaanku dan janganlah engkau membebani aku dengan sesuatu kesulitan dalam urusanku.”

Maka berjalanlah keduanya; hingga ketika keduanya berjumpa dengan seorang anak, maka dia (Khadhir) membunuhnya. Dia (Musa) berkata, "Mengapa engkau bunuh jiwa yang bersih, bukan karena dia membunuh orang lain? Sungguh, engkau telah melakukan sesuatu yang sangat mungkar.”
Khadhir berkata, "Bukankah sudah kukatakan kepadamu, bahwa engkau tidak akan mampu sabar bersamaku?"
Dia (Musa) berkata, "Jika aku bertanya kepadamu tentang sesuatu setelah ini, maka jangan lagi engkau memperbolehkan aku menyertaimu, sesungguhnya engkau sudah cukup (bersabar) menerima alasan dariku.”

Maka keduanya berjalan; hingga ketika keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri, mereka berdua meminta dijamu oleh penduduknya, tetapi mereka (penduduk negeri itu) tidak mau menjamu mereka, kemudian keduanya mendapatkan dinding rumah yang hampir roboh (di negeri itu) lalu dia (Khadhir) menegakkannya. Musa berkata, "Jika engkau mau, niscaya engku dapat meminta imbalan untuk itu.”

Dia (Khadhir) berkata, "Inilah perpisahan antara aku dengan engkau; aku akan memberikan penjelasan kepadamu atas perbuatan yang engkau tidak mampu sabar terhadapnya.
Adapun perahu itu adalah milik orang miskin yang bekerja di laut, aku bermaksud merusaknya, karena di hadapan mereka ada seorang raja yang akan merampas setiap perahu.

Dan adapun anak itu, kedua orang tuanya mukmin, dan kami khawatir kalau dia akan memaksa kedua orang tuanya kepada kesesatan dan kekafiran.

Kemudian kami menghendaki, sekiranya Tuhan mereka menggantinya dengan seorang anak lain yang lebih baik kesuciannya daripada anak itu dan lebih sayang (kepada ibu bapaknya).

Adapun dinding rumah itu adalah milik dua anak yatim di kota itu, yang di bawahnya tersimpan harta bagi mereka berdua, sedang ayahnya seorang yang saleh, maka Tuhanmu menghendaki agar keduanya sampai dewasa dan keduanya mengeluarkan simpanannya itu sebagai rahmat dari Tuhanmu. Apa yang kuperbuat bukan menurut kemauanku sendiri. Itulah keterangan perbuatan-perbuatan yang engkau tidak sabar terhadapnya.” (Qs. al-Kahfi: 82)

Selayaknya menurut Maulana Habib Luthfi pada dini hari tadi, (19/06/15) sikap Nabi Musa alaihi salam kisah ini diteladani, yaitu Nabi Musa tidak menghukumi perbuatan Nabi Khidir akan tetapi Nabi Musa bertanya.

Ini selayaknya ditiru dan menjadi akhlak kita, bahwa ilmu Allah swt sungguh maha luas dan tak terbatas. Jika ada yang berbeda dengan kita atau tidak sesuai dengan pengetahuan kita, sebaiknya tidak mudah menghukumi sesat, kafir, tidak sesuai dengan al-Quran dan sudah atau klaim-klaim yang seolah-olah kita paling benar dan tahu segalanya.

Nabi Musa, seorang Nabi terpilih dari empat orang Nabi yang mendapatkan kitab suci, seorang Nabi dari lima orang Nabi yang menyandang predikat ulul azmi, namun dengan segala kedalaman ilmunya, Nabi Musa tidak menghukumi bahwa Khidir salah, akan tetapi beliau bertanya. Dan ketika salah, kemudian diingatkan oleh Nabi Khidir, Nabi Musa lapang menerimanya, dan bersedia mendapatkan sanksi, yaitu menyudahi kebersamaannya dengan Nabi Khidir alaihi salam.

Sumber: habiblutfi.net

Name

akhlaq Aqidah biografi Dayah Download Dunia Muslim Fiqih Haji hijab Ibadah Islam jamaah Jinayah Jumat khutbah Masjid menulis mesjid Motivasi Muamalah Nikah PELAJAR Perpustakaan Puasa quote quran qurban Ramadhan safari santri sejarah Shalat Syar'i Tafsir Tarawih Tasawwuf Tauhid Thaharah tokoh Ulama Video Warisan zakat
false
ltr
item
Catatan Fiqih: Keteladanan Nabi Musa; Berbeda tidak Berati Salah
Keteladanan Nabi Musa; Berbeda tidak Berati Salah
http://lh3.googleusercontent.com/-kEsO6kD-5Aw/VYU9qtIF8_I/AAAAAAAAD1c/gOsYmAdR_Rk/s640/tulips-different-but-still-beautiful-1.jpg
http://lh3.googleusercontent.com/-kEsO6kD-5Aw/VYU9qtIF8_I/AAAAAAAAD1c/gOsYmAdR_Rk/s72-c/tulips-different-but-still-beautiful-1.jpg
Catatan Fiqih
http://www.catatanfiqih.com/2015/06/keteladanan-nabi-musa-berbeda-tidak.html
http://www.catatanfiqih.com/
http://www.catatanfiqih.com/
http://www.catatanfiqih.com/2015/06/keteladanan-nabi-musa-berbeda-tidak.html
true
7393550621511658776
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All BACA JUGA LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago