Archive Pages Design$type=blogging

Istri yang Shalihah adalah Sumber Kebahagian

Sebagai agama yang sempurna di sisi Allah Swt, islam yang di bawa oleh Rasulullah Saw membawa banyak keberuntungan bagi kehidupan manus...

Sebagai agama yang sempurna di sisi Allah Swt, islam yang di bawa oleh Rasulullah Saw membawa banyak keberuntungan bagi kehidupan manusia. Setiap orang yang mengikuti perintah Allah dengan baik dan ikhlas akan mendapatkan banyak keuntungan, baik di dunia maupun di akhirat.

Kesempurnaan islam juga Allah buktikan melalui ragam mukjizat yang diberikan kepada Rasulnya-Nya. Allah Swt memberikan karunia kepada Rasulullah berupa akhlak yang mulia, iman yang teguh, mendapatkan sahabat yang setia, hingga keluarga yang patuh dan taat kepadanya.

Allah tidak hanya memberikan nikmat seperti ini kepada Rasulullah, tetapi nikmat serupa juga Allah janjikan kepada ummat Muhammad Saw yang juga mencontohi ketaatan beliau. Patuh kepada ajarannya, dan beriman dengan sesungguhnya kepada Allah serta Rasul-Nya.

Berbicara mengenai pasangan (menjalin hubungan keluarga), islam yang dibawa oleh Baginda Saw juga merupakan agama keluarga. Segala tugas dan kewajiban seorang mukmin terhadap keluarga serta anggota rumah tangganya telah ditetapkan dalam islam. Mulai dari tata cara memilih pasangan hingga tertib dalam keluarga telah diatur dengan rapih dalam syariat islam yang berlandaskan Al-qur'an dan hadist.

Keluarga yang berisi beberapa anggota berupa anak hingga seterusnya dipimpin oleh seorang bapak (suami) dan diwakili oleh pedampingnya yang di sebut ibu (isteri). Dimana kekuasaan utama dalam keluarga berada pada pimpinan dan wakilnya untuk mengatur bagaimana jalannya sebuah pemerintahan keluarga tersebut.

Semakin baik pemimpin dan wakilnya dalam memerintah, maka pemerintahan tersebut akan semakin sukses dan memperoleh banyak keuntungan di dunia maupun di akhirat. Begitu juga sebaliknya, jika pemimpinya (kedua-duanya atau salah satu diantaranya) tidak baik, pasti akan menjadikan pemerintahan keluarga menjadi buruk dan mendapat kemurkaan dari Allah Swt.

Jika melihat kepada realita, pada dasarnya seoarang laki-laki sangat di tuntun menikahi seorang perempuan yang taat dan berjiwa pendidik. Mengingat laki-laki sebagai kepala rumah tangga akan lebih banyak menghabiskan waktu untuk mencari nafkah, sedangkan isterinya bertugas di rumah untuk memepersiapkan makanan serta mendidik anak.

Memberi pendidikan kepada anak merupakan pekerjaan yang sungguh berat bagi seorang ibu dirumah. Terkadang beratnya mendidik anak lebih terasa dari pada mengandung anak tersebut selama sembilan bulan. Bagi seorang ibu mendidik anak tidaklah memiliki batas. Mulai dari memberikan ASI, menjaga kesehatan anak, memberi pendidikan, hingga anak tersebut betul-betul di sebut dewasa dan sanggup membina keluarga.

Tidak hanya itu, mendidik anak dengan aktifitas bernilai keagamaan juga tuntutan bagi seorang ibu. Selain mengajarkan anak untuk bisa berbicara, anak juga harus sering diperdengarkan bacaan Al-qur'an, zikir atau juga shalawat kepada telinganya. Seorang ibu juga wajib menanamkan benih kecintaan terhadap islam kedalam hati anaknya selama hayat masih dikandung badan.

Oleh karena itulah Rasulullah Saw berpesan, "Pilihlah (calon isteri) untuk menyamaikan benih (keturunanmu) karena wanita itu akan melahirkan anak menyerupai saudara-sausaranya!"
Rasulullah Saw. juga bersabda, "Pilihlah untuk (meletakkan) benih keturunanmu pada tempat-tempat yang baik (shalihah)!" (HR: Daruquthni dari Aisyah r.a).

Selain memperhatikan rupa, harta dan asal usul keluarga calon isterinya, seorang suami juga wajib memperhatikan  pengetahuan yang dimiliki oleh isteri yang nantinya akan mendidik anak-anaknya. Dengan bekal pengetahuan yang baik, maka semakin baik pula pendidikan yang akan diberikannya kepada anak. Oleh karena itulah seorang perempuan harus mencari bekal ilmu pengetahuan yang dibutuhkan dalam menjalankan fungsinya sebagai ibu rumah tangga. Karena tanpa pengetahuan, akan menjadikannya sebagai orang yang gagal dalam kehidupannya.

Dalam sebuah riwayat juga disebutkan bagaimana kisah ketika pada suatu hari Asma' binti Yazid yang pada saat itu mewakili kaum perempuan menghadap Rasulullah Saw untuk menyampaikan perasaan mereka (kaum perempuan) . Asma' pada ketika itu mempertanyakan kelebihan yang dijanjikan kepada kaum laki-laki dengan shalat berjamaah, menghadiri kematian dan berjihad fi sabilillah. Apakah jika mereka keluar berjihad sedang kami menjaga harta dan mendidik anak-anak, mendapat pahala seperti mereka? tanya Asma'.
Lalu Rasulullah Saw menjawab seraya memerintahkan Asma' untuk pulang memberi kabar kepada kaum perempuan bahwa seorang isteri yang baik kepada suaminya, usahanya untuk menyenangkan hati suami dan  mengikuti apa yang diinginkannya, pahalanya berbanding dengan apa yang didapati oleh mereka suaminya ( seperti jihad, shalat berjamaah, dan sebagainya). (HR.Muslim)

Khalifah Umar, sebagaimana dinukil oleh Imam Mawardi mengatakan bahwa, "Hak pertama seorang anak yang mesti dipenuhi oleh orang  tuanya adalah memilihkan calon ibu (yang melahirkannya). Sebelum mempertimbangkan kemampuan untuk melahirkan anak, terlebih dahulu diutamakan faktor-faktor kemuliaan dan kebaikan agama, kesucian diri dan pemahaman terhadap segala urusannya, keluhuran budi pekerti dan teruji kecerdikan  menyenangkan hati suami dalam segala keadaan".

Maka sangatlah penting bagi seorang laki-laki melihat dan memilih calon isterinya dengan mendahulukan ketaatannya kepada Allah, berilmu pengetahuan dan berkahlak mulia. Niscaya kebahagian akan semakin dekat kepada keluarga yang dibangun dengan iman kuat, berisi suami yang taat  isteri shalihah serta melahirkan penerus (anak) yang mampu meneruskan ketaatan orang tuanya.
Wallahu a'lam bi shawab.


Name

akhlaq Aqidah biografi Dayah Download Dunia Muslim Fiqih Haji hijab Ibadah Islam jamaah Jinayah Jumat khutbah Masjid menulis mesjid Motivasi Muamalah Nikah PELAJAR Perpustakaan Puasa quote quran qurban Ramadhan safari santri sejarah Shalat Syar'i Tafsir Tarawih Tasawwuf Tauhid Thaharah tokoh Ulama Video Warisan zakat
false
ltr
item
Catatan Fiqih: Istri yang Shalihah adalah Sumber Kebahagian
Istri yang Shalihah adalah Sumber Kebahagian
http://lh3.googleusercontent.com/-47Mapab4fU8/VWJx7aKoRiI/AAAAAAAADpo/aLDPkZMhLGk/s640/lotus-flower-wallpaper_20150524225303725.jpg
http://lh3.googleusercontent.com/-47Mapab4fU8/VWJx7aKoRiI/AAAAAAAADpo/aLDPkZMhLGk/s72-c/lotus-flower-wallpaper_20150524225303725.jpg
Catatan Fiqih
http://www.catatanfiqih.com/2015/04/istri-yang-shalihah-adalah-sumber.html
http://www.catatanfiqih.com/
http://www.catatanfiqih.com/
http://www.catatanfiqih.com/2015/04/istri-yang-shalihah-adalah-sumber.html
true
7393550621511658776
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All BACA JUGA LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago