Mayoritas ulama Islam adalah al-Asy’ariyyah dan al-Maturudiyyah

Mayoritas ulama Islam adalah al-Asy’ariyyah dan al-Maturudiyyah.

al-Imam Abu Manshur al-Baghdadi berkata:

ثُمَّ بَعْدَهُمْ شَيْخُ النَّظَرِ وَإِمَامُ اْلآَفَاقِ فِي الْجَدَلِ وَالتَّحْقِيْقِ أَبُو الْحَسَنِ عَلِيُّ بْنِ إِسْمَاعِيْلَ اْلأَشْعَرِيُّ الَّذِيْ صَارَ شَجاً فِيْ حُلُوْقِ الْقَدَرِيَّةِ …. وَقَدْ مَلأَ الدُّنْيَا كُتُبُهُ، وَمَا رُزِقَ أَحَدٌ مِنَ الْمُتَكَلِّمِيْنَ مِنَ التَّبَعِ مَا قَدْ رُزِقَ، لِأَنَّ جَمِيْعَ أَهْلِ الْحَدِيْثِ وَكُلَّ مَنْ لَمْ يَتَمَعْزَلْ مِنْ أَهْلِ الرَّأْيِ عَلىَ مَذْهَبِهِ.

 “Pada generasi berikutnya adalah Guru Besar pemikiran dan pemimpin berbagai daerah dalam hal perdebatan dan penelitian, Abu al-Hasan Ali bin Ismail al-Asy’ari yang telah menjadi kesedihan dalam kerongkongan kaum Qadariyah … Buku-bukunya telah memenuhi dunia. Tak seorang pun dari ahli kalam yang memiliki pengikut sebanyak beliau, karena semua ahli hadits dan semua ahl al-ra’yi yang tidak mengikuti Mu’tazilah adalah pengikut madzhabnya”. (Al-Baghdadi, Ushul al-Din, hal. 309-310).

al-Imam Tajuddin al-Subki juga berkata:

وَهُوَ يَعْنِيْ مَذْهَبَ اْلأَشَاعِرَةِ مَذْهَبُ الْمُحَدِّثِيْنَ قَدِيْمًا وَحَدِيْثًا.

“Madzhab Asya’irah adalah madzhab para ahli hadits dulu dan sekarang”. (Al-Subki, Thabaqat al-Syafi’iyyah al-Kubra, juz 4, hal. 32.)

Imam Abdul Baqi al-Ba’li al-Hanbali mengatakan :

وللكلام على المقصد الثاني تقدمة،وهي أن طوائف أهل السنة ثلاثة:أشاعرة وحنابلة وماتريدية

“ Untuk pembicaraan tujuan kedua telah ada pendahuluannya yaitu sesungguhnya kelompok Ahlus sunnah itu ada tiga : Asya’irah, Hanabilah dan Maturudiyyah “[1]

Muhammad bin Ibrahim Ibnul Wazir al-Yamani mengatakan :

اتفق أهل السنة : من أهل الأثر والنظر والأشعرية على أن الإرادة لا يصح أن تضاد العلم ولا يريد الله تعالى وجود ما قد علم أنه لا يوجد

“ Ahlus sunnah : dari kalangan Ahlul Atsar, Nadzar dan al-Asy’ariyyah sepakat bahwasanya iradah itu tidak sah berlawanan dengan ilmu Allah dan Allah Ta’ala tidak berkhendak mewujudkan sesuatu yang Dia telah ketahui bahwasanya sesuatu itu tidak akan diwujudkan “[2]

Al-Hafidz Ibnu Hajar al-Atsqalani mengatakan :

البخاري في جميع ما يورده من تفسير الغريب إنما ينقله عن أهل ذلك الفن كأبي عبيدة والنضر بن شميل والفراء وغيرهم , وأما المباحث الفقهية فغالبها مستمدة له من الشافعي وأبي عبيـد وأمثالهـما , وأما المسائـل الكلامية فأكثرها من الكرابيـسي وابن كُـلاَّب ونحـوهما

“ imam Bukhari di semua apa yang ia bawakan dari tafsir yang gharib, sesungguhnya ia menukilnya dari para ulama yang pakar di bidangnya tersebut seperti Abu Ubaidah, an-Nadhar bin Syamil, al-Farra dan selain mereka. Adapun pembahasan fiqih, maka kebanyakannya beliau bersandar kepada imam Syafi’i, Abu Ubaid dan semisalnya. Adapun masalah kalam / tauhid, maka kebanyakannya beliau mengambilnya dari al-Karabisi dan Ibnu Kullan dan selainnya “[3]

Dari penejelasan para ulama besar di atas, menajdi jelas bagi kita bahwasanya kelompok al-Asy’ariyyah dan al-Maturudiyyah adalah kelompok terbesar dan mayoritas di seluruh belahan dunia ini sejak masa Abul Hasan al-Asy’ari yang mengikuti akidah ulama salaf sebelumnya hingga masa sekarang ini.

Para sahabat dan tabi’in adalah para pewaris dan penjaga ilmu agama terdahulu (mutaqaddimin), sedangkan al-Asy’ariyyah dan al-Maturudiyyah adalah para pewaris dan penjaga ilmu agama belakangan (mutaakhkhirin). Maka siapa saja yang menghina kelompok al-Asy’ariyyah dan al-Maturudiyyah, sama seja menghina para sahabat dan tabi’in. karena mereka lah kelompok Ahlus sunnah wal Jama’ah.

Jika anda mau merenungi dan melihat kelompok al-Asy’ariyyah dan al-Maturudiyyah, maka anda akan mengetahui bahwa mereka adalah para pembawa warisan ilmu Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka adalah para perowi hadits imam Bukhari, Muslim, Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasai, Ibnu Majah, Malik, Ahmad bin Hanbal, ath-Thabrani, ad-Daruquthni, Sa’id bin Manhsur, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, ath-Thayalisi, Abu ‘Awanah, ad-Darimi, al-Bazzar, Abu Ya’la dan lainnya. Mereka kalangan al-Asy’ariyyah dan al-Maturudiyyah menjadi para perowi imam-imam Hadits tersebut.

Tidak anda temukan satu sanad pun yang menyampaikan anda pada satu kitab, kecuali sanadnya ada dari kalangan al-Asy’ariyyah atau al-Maturudiyyah. Dan anda akan menemukan bahwa mereka adalah para perowi kitab hadits dan para pensyarah al-Bukhari seperti al-Kirmani, Ibnu Baththal, Ibnul Arabi, Ibnu ath-Thin, al-‘Aini, al-Qasthalani dan lainnya. Para pesnyarah Muslim seperti imam Nawawi, ‘Iyadh, al-Qurthubi, al-Ubay, as-Sanusi dan selainnya, demikianlah seterunsya anda akan menemukan bahwa merekalah para perowi dan pensyarah hadits. Mereka para musnid (pemilik sanad) kepada kitab-kitab hadits dan syarahnya. Mereka juga para perowi al-Quran dengan qiro’ahnya dan paa penafsir al-Quran.

Setiap orang di muka bumi ini yang membaca al-Quran dengan qiro’ah riwayat Hafsh dari ‘Ashim, maka sudah pasti dan wajib sanadnya melalui al-Muzahi, al-Asqathi, asy-Syibramilisi, Abdurrahman al-Yamani, an-Nashir ath-Thbalawi dan syaikh Islam Zakariyya al-Anshari. Sedangkan mereka semua adalah dari kalangan al-Asy’ariyyah. Demikian juga dalam ilmu Nahwu dan para pengarang kamus Mu’jam, seperti al-Jauhari, Ibnu Mandzhur, al-Fairus Abadi, al-Fayumi, az-Zubaidi, mereka semua dari kalangan al-Asy’ariyyah. Anda juga akan mendapatkan bahwa para ulama ahli fiqih madzhab Malikiyah, Syafi’iyyah, Fudhala Hanabilah adalah mayoritas dari kalangan al-Asy’ariyyah, sedangkan Hanafiyyah dari kalangan al-Maturudiyyah. Demikian juga dalam ilmu hadits, semua dari kalangan al-Asy’ariyyah atau al-Maturudiyyah.

Sungguh tidaklah anda membaca satu kitab hadits pun dengan sanadnya, terkecuali pasti akan melalui perowi yang berakidahkan al-Asy’ariyyah atau al-Maturudiyyah dan bersandar kepada mereka. Maka jika ada segelintir orang yang menghina al-Asy’ariyyah atau al-Maturudiyyah dan mengaku-ngaku pemahamannya paling benar, maka mereka adalah para pembual dan pecundang, kenapa demikian ? karena al-Asy’ariyyah dan al-Maturudiyyah mengisi di semua bidang keilmuan agama, mereka al-Asy’ariyyah dan al-Maturudiyyah adalah para perowi dan penaqal hadits, para pensyarah hadits, para perowi qiro’ah al-Quran, para ulama ahli fiqih, para ulama ahli Nahwu dan lainnya. Dan segelintir orang yang menghina ini, pasti dan senantiasa membutuhkan selamanya kepada para ulama al-Asy’ariyyah dan al-Maturudiyyah dalam semua bidang ilmu agama Islam.

Tidak akan sah sanad keilmuan mereka dalam al-Quran, hadits, bahasa dan fiqih, kecuali perowi dan rijalnya dari kalangan al-Asy’ariyyah atau al-Maturudiyyah. Karena para ulama al-Asy’ariyyah dan al-Maturudiyyah mengisi semua sanad keilmuan.

Semua pintu dan gerbang-gerbang keilmuan tabi’in, sahabat dan Rasulullah, pasti akan melalui ulama dari al-Asy’ariyyah dan al-Maturudiyyah. Tanyakan kepada mereka yang belajar al-Quran, sebutkan sanad mereka sampai kepada Nabi atau sahabat atau tabi’in, maka sudah pasti dalam sanad itu ada dari kalangan al-Asy’ariyyah atau al-Maturudiyyah, demikian juga orang yang belajar ilmu fiqih, hadits, dan bahasa.

Rujukan:
[1] Al-‘Ain wa al-Atsar : 59
[2] Itsar al-Haq : 250
[3] Fath al-Bari : 1/293

Sumber: aswj-rg.com

COMMENTS

Name

akhlaq,5,Aqidah,24,Berita,2,biografi,19,Buku,11,dakwah,46,Dayah,11,Doa,12,Download,11,Dunia Muslim,18,ebook,11,Fiqih,114,gerhana,15,Ibadah,44,Infografik,7,Islam,62,jamaah,1,Jinayah,1,Jumat,41,khutbah,41,Kisah,20,LGBT,1,Masjid,15,Mazhab,1,Motivasi,209,Muamalah,12,Nikah,55,PELAJAR,5,Perpustakaan,34,Puasa,12,quote,3,quran,2,qurban,1,Ramadhan,12,santri,13,sejarah,25,Shalat,18,Syar'i,1,Tafsir,8,Tarawih,26,Thaharah,5,tokoh,11,Ulama,2,Video,57,Warisan,11,
ltr
item
Catatan Fiqih: Mayoritas ulama Islam adalah al-Asy’ariyyah dan al-Maturudiyyah
Mayoritas ulama Islam adalah al-Asy’ariyyah dan al-Maturudiyyah
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYfKPZuf250pRPRfItwcoLYGqCY3oLO3QQ85u8hRw1NTIYOa-V8FPg071N4HL4P44392v29REMostnOOES17_zBYphv7kM4KPGxSOMvaCEgBodKwqGly3N0YS6qteqnoAhjMIo8kWmslU/s640/sunnah.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYfKPZuf250pRPRfItwcoLYGqCY3oLO3QQ85u8hRw1NTIYOa-V8FPg071N4HL4P44392v29REMostnOOES17_zBYphv7kM4KPGxSOMvaCEgBodKwqGly3N0YS6qteqnoAhjMIo8kWmslU/s72-c/sunnah.jpg
Catatan Fiqih
https://www.catatanfiqih.com/2015/09/mayoritas-ulama-islam-adalah-al.html
https://www.catatanfiqih.com/
https://www.catatanfiqih.com/
https://www.catatanfiqih.com/2015/09/mayoritas-ulama-islam-adalah-al.html
true
7393550621511658776
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content