Oleh: Muhammad Ikbal
عن ابي هريرة عن النبي صلى الله عليه و سلم ان رجلا راى كلبا يأكل الثرى من العطش,فأخذ الرجل خفه يغرف له حتى أرواه,فشكر الله له فأدخله الجنة
Lihatlah betapa mudahnya Allah memasukkan hambanya kedalam syurga,hanya dengan memberi minum kepada anjing yang sangat kehausan,tetapi kita sering melupakan hak dan kewajiban kita kepada makhluk Allah yang lain yaitu hewan dan tumbuhan .
Perlu kita ketahui ,bahwa manusia adalah makhluk yang social,tidak hanya sosial dengan sesama manusia, tapi manusia juga dituntut untuk berperilaku social terhadap hewan dan tumbuhan.
Apa bentuk sosial kita terhadap hewan?
Sering kita melihat seeokor kucing yang memelas manja saat kita menyantap hidangan makanan di rumah atau di jalan ,terkadang kita terlanjur mengusir sambil bergumam “dasar kucing malas,pergi sana cari rezeki di sawah,cari tikus sana”
Memang benar kebanyakan kucing yang sudah terlalu dekat dengan manusia akan sangat manja ,namun kita pun tidak boleh langsung berkata seperti itu,,ya kadang kita merasa jengkel dengan sikap kucing itu,pun begitu sedikit perhatian perlu kita berikan,karena kita tidak akan tahu bahwa kucing itu pun berdoa untuk siapa saja yang berbaik hati padanya .
Pernah suatu hari ketika wali allah abu Ibrahim wayla berkunjung ke daerah tanoh abee (tanah abu,aceh besar) untuk menjumpai seorang anak kecil,abu datang disaat anak kecil ini sedang memberi makan ayam,lalu dia meminta abu untuk menunggu sejenak karena dia sedang memberi makan ayam yang tidak berdosa.
Sungguh besar hikmah didalam cerita ini,anak ini lebih mendahulukan memberi makan ayamnya ketimbang berjumpa dengan wali allah,karena manusia juga berdosa sedangkan hewan tidak
Dengan kebaikan kebaikan seperti inilah allah berterima kasih dan memasukkan hambanya ke dalam surga
Di dalam redaksi yang lain:
فشكر الله له فغفر له,قالو يا رسول الله ان لنا فى البهائم أجرا؟فقال أن فى كل كبد حرى رطبة أجرا
“Maka Allah berterima kasih padanya dan mengampuninya,para sahabat bertanya wahai rasulullah apakah kita bisa meraih pahala dari binatang,maka nabi menjawab sesungguhnya pada setiap hati yang basah itu pahala”Selama hati manusia itu masih hidup,masih ada tuhan di hatinya maka ada potensi untuk beribadah dan berpahala walau hanya berbuat baik terhadap binatang.Tetapi jika hati manusia sudah mati maka akan sulit baginya untuk berbuat kebaikan.Sebagaiman yang telah disebutkan tentang orang yang telah dikuncikan hatinya dari kebaikan,tidak lagi mendengar kebaikan dan tidak dapat lagi melihat kebaikan .
Betapa dalamnya mutiara ilmu di dalam hadits ini dimana ada beberapa pelajaran yang dapat kita petik diantaranya:
- Allah menampakkan bagaimana seharusnya kita menjaga hak dan kewajiban terhadap bintang,karena mereka juga ciptaan Allah,mereka juga bertasbih dan beribadah.
- Jagalah hatimu sekuat mungkin,jangan sampai Allah memalingkan hatimu sehingga kamu jauh dari mengingat Allah
- Dengan berbuat baik terhadap binatang menjadi sebab mendapat pengampunan dan surge Allah.
- Berbuat baiklah kamu,apapun itu selama masih dalam batasan syar’i.Karena kita tidak tahu dari amal baik mana Allah meridhoimu untuk masuk syurganya.
Muhammad Ikbal - Santri Ma’had Darul Falah Uleeglee Pijay
COMMENTS