MEREKA TELAH ISTIRAHAT

oleh: Saiful Hadi

Ada saat dalam hidup ketika kita harus berdiri di depan sebuah kehilangan. Melihat seseorang yang selama ini hadir dalam hari-hari kita, kini terbujur diam dan pergi untuk selamanya. Pada momen seperti itu, hati terasa berat. Dunia seolah berubah sunyi. Dan sering kali, yang paling sulit bukanlah menerima kepergian itu sendiri, tetapi menerima kenyataan bahwa setelah ini, kita harus melanjutkan hidup tanpa mereka.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah mengajarkan kepada kita cara memandang kematian dengan sudut yang berbeda. Suatu hari, lewat jenazah seorang mukmin di hadapan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Beliau bersabda:

Ù…ُسْتَرِيح

“Dia sedang beristirahat.”

Lalu lewat jenazah lainnya, dan beliau bersabda:

Ù…ُسْتَرَاحٌ Ù…ِÙ†ْÙ‡ُ

“Orang-orang beristirahat darinya.”

Ketika para sahabat bertanya tentang maksud ucapan tersebut, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjelaskan:

“Seorang hamba mukmin beristirahat dari kepayahan dan gangguan dunia menuju rahmat Allah. Sedangkan hamba yang jahat, manusia, bumi, pepohonan, dan hewan beristirahat darinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Betapa menenangkan penjelasan Rasulullah ini. Bagi seorang mukmin, kematian bukan sekadar akhir. Ia adalah waktu untuk beristirahat. Beristirahat dari lelahnya hidup, dari beratnya perjuangan, dari air mata yang selama ini ditahan, dari sakit yang selama ini dipendam, dari penat mencari nafkah, dari letih menjaga keluarga, dan dari panjangnya perjalanan dunia yang tidak pernah benar-benar tenang.

Karena sesungguhnya, orang-orang baik itu sering kali hidup dalam kelelahan. Mereka lelah menjaga diri agar tetap taat. Lelah memikirkan keluarga. Lelah berjuang diam-diam. Tetapi semua itu mereka jalani demi berharap rahmat Allah dan menggapai tempat pulang yang terbaik.

Begitu indahnya ungkapan ketika Allah memanggil hamba-hambanya untuk pulang, “Wahai jiwa yang tenang,kembalilah kepada Tuhanmudan masuklah ke dalam surga-Ku! dengan rida dan diridai.Lalu, masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku” (Q.S. Al-Fajr: 27-30)

Maka ketika seseorang yang kita cintai pergi untuk selamanya, boleh jadi sebenarnya ia sedang dipindahkan Allah menuju tempat istirahat yang jauh lebih baik daripada dunia yang penuh luka ini.

Kita memang bersedih. Itu manusiawi. Bahkan para nabi pun menangis ketika kehilangan orang-orang yang mereka cintai. Tetapi jangan biarkan kesedihan membuat kita lupa mendoakan mereka dengan harapan terbaik.

Barangkali hari ini kita merasa kehilangan sosok yang biasa mendengar cerita kita. Sosok yang selalu ada di rumah. Sosok yang suaranya dulu memenuhi hari-hari kita. Kini semua tinggal kenangan.

Namun jika mereka pergi dalam iman, mudah-mudahan mereka bukan sedang “hilang”, melainkan sedang beristirahat di bawah kasih sayang Allah.

Cepat atau lambat, kita semua akan sampai pada titik itu. Kita akan berpisah dengan orang tua, pasangan, anak, sahabat, dan akhirnya dunia pun akan berpisah dengan kita. Maka selama masih ada waktu, cintailah mereka dengan doa, dengan kebaikan, dan dengan keikhlasan.

Dan ketika takdir perpisahan itu datang, semoga hati kita tetap tegar seraya berkata: “Mereka telah lelah menjalani dunia. Kini mereka sedang beristirahat.”


Support Catatan Fiqih
Catatan Fiqih berjalan atas kerja keras seluruh jejaring penulis dan editor. Jika kamu ingin agar kami bisa terus melahirkan catatan atau video yang mengedukasi publik dengan nilai-nilai Islam yang Rahmatan lil Alamin, silakan sisihkan sedikit donasi untuk kelangsungan website ini.
Kirim Donasi

COMMENTS

Name

akhlaq,10,Aqidah,27,Berita,2,biografi,21,Buku,12,dakwah,49,Dayah,11,Doa,12,Download,12,Dunia Muslim,19,ebook,11,Fiqih,116,gerhana,15,Ibadah,44,Infografik,7,Islam,62,jamaah,1,Jinayah,1,Jumat,41,khutbah,42,Kisah,22,LGBT,1,Masjid,15,Mazhab,1,Motivasi,210,Muamalah,12,Nikah,56,PELAJAR,5,Perpustakaan,34,Puasa,12,quote,3,quran,2,qurban,1,Ramadhan,12,santri,13,sejarah,29,Shalat,18,Syar'i,1,Tafsir,10,Tarawih,26,Thaharah,5,tokoh,11,Ulama,2,Video,57,Warisan,11,
ltr
item
Catatan Fiqih: MEREKA TELAH ISTIRAHAT
MEREKA TELAH ISTIRAHAT
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjVTRVKI8l2dKCfYFaJBrhVN1o2C_Q_ClweoUjQsscyuRMmDfpWFEBe-XjOXSwIrUIDQrdt0Mgj9RyDXJnzhG9qV0D5ToguBUMtCXF0zvgV1KBvLF6IUarYsy6PMjxcuFQ6S-HWo9U3d8WlEy9Og7ccED4fReAfEiJspK-Hx303dPiKpWlUnjHDLV5yjr4/s16000/Catatan%20Fiqih%20(3).png
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjVTRVKI8l2dKCfYFaJBrhVN1o2C_Q_ClweoUjQsscyuRMmDfpWFEBe-XjOXSwIrUIDQrdt0Mgj9RyDXJnzhG9qV0D5ToguBUMtCXF0zvgV1KBvLF6IUarYsy6PMjxcuFQ6S-HWo9U3d8WlEy9Og7ccED4fReAfEiJspK-Hx303dPiKpWlUnjHDLV5yjr4/s72-c/Catatan%20Fiqih%20(3).png
Catatan Fiqih
https://www.catatanfiqih.com/2026/05/mereka-telah-istirahat.html
https://www.catatanfiqih.com/
https://www.catatanfiqih.com/
https://www.catatanfiqih.com/2026/05/mereka-telah-istirahat.html
true
7393550621511658776
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content