Archive Pages Design$type=blogging

Selamat Berbahagia Pengantin Baru

Oleh: Saiful Hadi Sudah menjadi ketetapan Nya, bahwa setiap jenis makhluk hidup diciptakan berpasang-pasangan. Al-Quran menggambarkan d...

Oleh: Saiful Hadi

Sudah menjadi ketetapan Nya, bahwa setiap jenis makhluk hidup diciptakan berpasang-pasangan. Al-Quran menggambarkan dengan kata "Zawwaja" yang berarti "pasangan" seperti yang dinyatakan dalam ayat-ayat berikut:

"Segala sesuatu kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu menyadari (kebesaran Allah)" (QS. Al-Dzariyat : 49)

"Mahasuci Allah yang telah menciptakan semua pasangan, baik dari apa yang tumbuh di bumi, dan dari jenis mereka (manusia) maupun dari (makhluk-makhluk) yang tidak mereka ketahui" (QS. Yasin : 36)

Berpasangan akan melahirkan ketentraman, lelaki akan tenang dengan adanya wanita, dan wanita juga akan tenang berdampingan dengan lelaki. Keberpasangan ini baru legal dan diakui oleh negara dengan adanya ijab dan qabul. Sepintas lalu, prosesi ijab qabul hanya berlangsung beberapa menit saja, namun dengannya sesuatu yang tadinya haram 100% kini menjadi halal 100%.

Pada hakikatnya, ijab dan qabul dalam pernikahan adalah ikrar dari calon istri melalui walinya, dan dari calon suami untuk hidup bersama dalam suka maupun duka, guna menggapai sakinah mawaddah dan rahmah, dengan melaksanakan segala tuntutan dan kewajiban. Untuk menguatkan ikrar tersebut, menurut Imam Syafie serah terima tidak sah kecuali dengan menggunakan kalimat Allah. Kalimat yang dimaksud adalah dua lafaz yang digunakan oleh Al-Quran yakni "nikah" dan "zawaj"

Berbeda halnya dengan jual beli, hubungan antara suami istri bukanlah hubungan kepemilikan satu pihak dengan pihak yang lain, bukan juga penyerahan diri kepada suami. Hubungan tersebut melainkan adalah hubungan kemitraan yang diisyaratkan oleh lafaz "zawaj" yang berarti pasangan. Suami dan istri adalah pasangan, sehingga belum lengkap  jika masing-masing masih sendiri-sendiri. Ibarat kata seperti sepasang sayap burung, baru berfungsi untuk terbang apabila keduanya ada, semntara jika hanya sebelah saja maka mustahil bisa terbang dengan baik.

Perekat Pernikahan
Dalam Wawasan Al-Quran, Prof. Qurays Syihab menjelaskan; perekat pernikahan terdiri dari cinta, mawaddah, rahmah dan amanah Allah Ta'ala. Dalam artian, jika cinta telah pupus dan mawaddah telah terhapus, maka masih ada rahmah sebagai perekat, andai ini pun sudah tidak tersisa, maka masih ada amanah, dan selama pasangan itu beragama, maka amanahnya terpelihara, karena Al-Quran memerintahkan:

"Pergauilah istri istrimu dengan baik, dan apabila kamu tidak lagi menyukai (mencintai) mereka (jangan putuskan tali perkawinan), karena bolej jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, tetapi Allah menjadi padanya kebaikan yang banyak" (QS. Al Nisa : 19)

Sehingga menjadi logis kenapa Rasulullah menganjurkan untuk memilih pasangan atas dasar agama, karena disitulah kunci utama dalam menggapai bahagia.

Suami dan istri adalah amanah bagi masing2 pasangan. Tidak mungkin orang tua merestui sebuah pernikahan jika tidak ada rasa aman dan percaya bahwa sang suami sanggup mengantikan posisi mereka. Dan sang istri rela meninggalkan orang tua yang telah membesarkannya hanya untuk hidup dengan seorang lelaki asing yang telah menjadi suaminya, serta bersedia memberi tahu rahasianya yang paling dalam. Semua itu tidak mungkin terjadi jika tidak ada rasa aman dan percaya, dan sang istri yakin bahwa suaminya sanggup memberi kebahagiaan melebihi orang tuanya. Untuk itulah Al-Quran menggambarkan dengan istilah "mitsaqan ghaliza" perjanjian yang amat kokoh (QS. Al Nisa :21)

Berbuka Puasa
Sekilas terlihat, nikah dengan berbuka puasanya rasanya tidak nyambung. Namun jika menelaah sebuah hadist Rasulullah yang menganjurkan berpuasa bagi para pemuda yang belum sanggup menikah, maka akan terlihat korelasi antara keduanya. Dalam hadist yang lain juga Beliua sabdakan "Kenikmatan terbesar bagi orang-orang yang berpuasa adalah ketika berbuka dan saat berjumpa dengan Tuhannya". Sehingga, bagi yang telah menikah seolah-olah telah berbuka puasa. Untuk itu, jika telah tiba saat berbuka maka segerakan berbuka, janganlah menunggu datangnya isya agar nikmat semakin terasa. Selamat berbahagia wahai pengantin. ^_^


Baca Juga:
Name

akhlaq Aqidah biografi Dayah Download Dunia Muslim Fiqih Haji hijab Ibadah Islam jamaah Jinayah Jumat khutbah Masjid menulis mesjid Motivasi Muamalah Nikah PELAJAR Perpustakaan Puasa quote quran qurban Ramadhan safari santri sejarah Shalat Syar'i Tafsir Tarawih Tasawwuf Tauhid Thaharah tokoh Ulama Video Warisan zakat
false
ltr
item
Catatan Fiqih: Selamat Berbahagia Pengantin Baru
Selamat Berbahagia Pengantin Baru
https://lh3.googleusercontent.com/-8BZasuDQvbw/Vtrnr6Lmz2I/AAAAAAAAE3Q/86oz93--S8c/s640/Catatanfiqihdotcom_20160305210348853.jpg
https://lh3.googleusercontent.com/-8BZasuDQvbw/Vtrnr6Lmz2I/AAAAAAAAE3Q/86oz93--S8c/s72-c/Catatanfiqihdotcom_20160305210348853.jpg
Catatan Fiqih
http://www.catatanfiqih.com/2014/11/selamat-berbahagia-wahai-pengantin.html
http://www.catatanfiqih.com/
http://www.catatanfiqih.com/
http://www.catatanfiqih.com/2014/11/selamat-berbahagia-wahai-pengantin.html
true
7393550621511658776
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All BACA JUGA LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago