12 Abad Yerusalem di Bawah Islam: Sejarah yang Jarang Dibicarakan



Oleh: Saiful hadi

Jerusalem merupakan salah satu kota paling penting dalam sejarah peradaban manusia. Kota ini menjadi pusat spiritual bagi tiga agama besar dunia: Islam, Kristen, dan Yahudi. Karena posisinya yang sakral sekaligus strategis, Yerusalem berkali-kali berpindah kekuasaan sepanjang sejarah.

Namun jika dilihat secara garis besar, terdapat tiga fase penting yang sering dibandingkan oleh para sejarawan: masa pemerintahan Islam, masa Tentara Salib, dan masa Israel modern. Perbandingan ini memberikan gambaran bagaimana kebijakan kekuasaan terhadap kota suci dapat memengaruhi stabilitas kehidupan di dalamnya.

Yerusalem pada Masa Pemerintahan Islam

Yerusalem masuk ke dalam kekuasaan Islam pada tahun 637 M ketika khalifah Umar ibn al-Khattab menerima penyerahan kota dari Bizantium dalam peristiwa Siege of Jerusalem (637).

Peristiwa ini sering dipandang sebagai awal model pemerintahan yang mengakui keberadaan berbagai komunitas agama di kota tersebut. Dalam berbagai catatan sejarah disebutkan bahwa umat Kristen tetap diizinkan menjaga gereja mereka, termasuk Church of the Holy Sepulchre, sementara komunitas Yahudi yang sebelumnya dibatasi oleh kekuasaan Bizantium kembali diizinkan tinggal di kota itu.

Sejak penaklukan tersebut, Yerusalem berada di bawah kekuasaan Muslim selama sekitar 462 tahun, yaitu dari tahun 637 hingga jatuhnya kota itu ke tangan Tentara Salib pada 1099. Setelah hampir satu abad dikuasai pasukan Salib, kota tersebut direbut kembali oleh Saladin pada tahun 1187 setelah kemenangan dalam Battle of Hattin.

Sejak saat itu Yerusalem kembali berada dalam pemerintahan Islam selama sekitar 730 tahun, hingga berakhirnya kekuasaan Ottoman Empire pada tahun 1917. Periode ini termasuk masa stabilitas panjang di bawah Kesultanan Utsmani yang berlangsung hampir 400 tahun (1517–1917), ketika kota tersebut menjadi tempat hidup bersama bagi komunitas Muslim, Kristen, dan Yahudi melalui sistem pengelolaan komunitas agama yang relatif mapan.

Jika seluruh periode ini digabungkan, Yerusalem berada dalam kekuasaan pemerintahan Islam selama sekitar ±1190 tahun, atau hampir 12 abad. Dalam rentang waktu yang sangat panjang ini, kota tersebut lebih sering berada dalam kondisi stabil dibandingkan masa konflik besar.

Yerusalem pada Masa Tentara Salib

Situasi berubah drastis ketika Tentara Salib merebut kota dalam Siege of Jerusalem (1099). Banyak kronik sejarah menggambarkan peristiwa ini sebagai salah satu episode paling berdarah dalam sejarah Yerusalem.

Penduduk Muslim dan Yahudi dilaporkan mengalami pembantaian besar ketika kota itu jatuh ke tangan pasukan Salib. Setelah penaklukan tersebut, Yerusalem dijadikan pusat kerajaan Latin Kristen. Beberapa bangunan keagamaan mengalami perubahan fungsi. Misalnya, Al-Aqsa Mosque dijadikan markas militer bagi Kesatria Templar.

Kekuasaan Tentara Salib di Yerusalem berlangsung dari 1099 hingga 1187, sekitar 88 tahun, sebelum akhirnya berakhir ketika Salahuddin berhasil merebut kembali kota tersebut.

Yerusalem pada Era Israel Modern

Babak baru sejarah Yerusalem dimulai pada abad ke-20 setelah runtuhnya kekuasaan Utsmani pada masa World War I. Pada tahun 1917, Yerusalem direbut oleh Inggris dari Utsmani dan kemudian berada di bawah mandat Inggris selama sekitar 31 tahun, hingga tahun 1948.

Situasi kembali berubah setelah berdirinya Israel dan pecahnya Arab–Israeli War (1948). Sejak Six-Day War, Israel menguasai seluruh wilayah Yerusalem, termasuk bagian timur kota yang sebelumnya berada di bawah Yordania.

Jika dihitung hingga sekitar tahun 2026, periode kontrol Israel atas Yerusalem telah berlangsung sekitar 78 tahun sejak 1948, atau sekitar 59 tahun sejak penguasaan penuh kota pada 1967. Dalam sistem yang ada saat ini, situs suci Islam seperti Al-Aqsa Mosque tetap dikelola oleh otoritas Islam, namun berada dalam pengawasan keamanan Israel. Pada saat yang sama, kota ini menjadi pusat konflik politik yang kompleks antara Israel dan Palestina.

Membaca Pola Sejarah Yerusalem

Jika dilihat dari perspektif sejarah panjang, Yerusalem cenderung mengalami stabilitas ketika kota tersebut diperlakukan sebagai ruang suci bersama bagi berbagai komunitas agama. Sebaliknya, ketegangan sering muncul ketika kota ini menjadi simbol eksklusif dari dominasi satu kekuasaan.

Ada satu fakta sejarah yang cukup menarik jika dilihat dari rentang waktu yang panjang. Selama hampir 1200 tahun Yerusalem berada di bawah pemerintahan Islam, kota ini lebih sering berada dalam kondisi stabil dibandingkan masa-masa lainnya. Sejak masa Umar ibn al-Khattab pada abad ke-7 hingga berakhirnya kekuasaan Ottoman Empire pada awal abad ke-20, Yerusalem mengalami periode damai yang panjang dengan hanya satu jeda besar ketika kota itu dikuasai Tentara Salib selama sekitar 88 tahun.

Dalam kurun panjang tersebut, berbagai komunitas agama tetap memiliki tempat dalam kehidupan kota. Pengelolaan situs-situs suci, termasuk Al-Aqsa Mosque dan Church of the Holy Sepulchre, menjadi bagian dari keseimbangan sosial yang dijaga dalam kehidupan kota.

  • [message]
    • Support Catatan Fiqih
      • Catatan Fiqih berjalan atas kerja keras seluruh jejaring penulis dan editor. Jika kamu ingin agar kami bisa terus melahirkan catatan atau video yang mengedukasi publik dengan nilai-nilai Islam yang Rahmatan lil Alamin, silakan sisihkan sedikit donasi untuk kelangsungan website ini. Tranfer Donasi mu di sini:

        Paypal: hadissoft@gmail.com | atau 
        BSI 7122653484 an. Saiful Hadi

COMMENTS

Name

akhlaq,9,Aqidah,27,Berita,2,biografi,21,Buku,12,dakwah,49,Dayah,11,Doa,12,Download,12,Dunia Muslim,19,ebook,11,Fiqih,116,gerhana,15,Ibadah,44,Infografik,7,Islam,62,jamaah,1,Jinayah,1,Jumat,41,khutbah,42,Kisah,22,LGBT,1,Masjid,15,Mazhab,1,Motivasi,210,Muamalah,12,Nikah,56,PELAJAR,5,Perpustakaan,34,Puasa,12,quote,3,quran,2,qurban,1,Ramadhan,12,santri,13,sejarah,29,Shalat,18,Syar'i,1,Tafsir,10,Tarawih,26,Thaharah,5,tokoh,11,Ulama,2,Video,57,Warisan,11,
ltr
item
Catatan Fiqih: 12 Abad Yerusalem di Bawah Islam: Sejarah yang Jarang Dibicarakan
12 Abad Yerusalem di Bawah Islam: Sejarah yang Jarang Dibicarakan
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgW9nVcIZ7q5HPHpJO-eLHGfNCSNSCxZDm0hwZ7kyKYI2jPlFa51mdG4s4VkC9QVrTnoRJLslt-j_mgvJkqXizFLaLWMwyDTmvAoxtm3SJUz7dnT66haTixYEEd9oTDELTF_5Q10FtyRj0kVO3l4iriO0zPgexyqYiRV7gc3w3ZM5vaXX95Hko-9KExSn8/s16000/000_Nic6232451-copy-1.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgW9nVcIZ7q5HPHpJO-eLHGfNCSNSCxZDm0hwZ7kyKYI2jPlFa51mdG4s4VkC9QVrTnoRJLslt-j_mgvJkqXizFLaLWMwyDTmvAoxtm3SJUz7dnT66haTixYEEd9oTDELTF_5Q10FtyRj0kVO3l4iriO0zPgexyqYiRV7gc3w3ZM5vaXX95Hko-9KExSn8/s72-c/000_Nic6232451-copy-1.jpg
Catatan Fiqih
https://www.catatanfiqih.com/2026/03/12-abad-yerusalem-di-bawah-islam.html
https://www.catatanfiqih.com/
https://www.catatanfiqih.com/
https://www.catatanfiqih.com/2026/03/12-abad-yerusalem-di-bawah-islam.html
true
7393550621511658776
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content